Praha 4 (End) – “Kastil Bohemian”

Perjalanan sabtu pagi kami lanjutkan ke situs sejarah pusat negeri Bohemian, Praha kastil. Jika mengunjungi kota kuno Eropa, biasanya saya  menemukan bangunan tempat tinggal penguasa kota, letaknya di pusat kota tua juga. Namun hal seperti ini tidak saya temukan di Praha. Keluarga kerajaan memilih membangun istana (kastil) tidak terlalu dekat dengan pusat kota tua. Bila anda nekat ingin berjalan kaki dari pusat kota tua ke kastil Praha, mungkin anda akan membutuhkan waktu sekitar 45 menit lebih.

Kastil Praha dipercaya sebagai kastil terbesar di Eropa. Ternyata hal ini bukanlah isapan jempol belaka. Diperlukan waktu satu harian penuh jika kita benar-benar ingin menelusuri Kastil secara keseluruhan. Ada berbagai bangunan di dalam kastil yang membutuhkan perhatian tersendiri untuk dikunjungi. Mulai dari halaman depan yang dijaga oleh pasukan militer yang tidak akan bergerak walau kita ganggu. Jika kita datang sebelum pukul 12 siang, kita dapat memilih tempat terdepan untuk menikmati upacara pergantian penjaga tepat pada pukul 12 siang. Sesudah melewati pintu gerbang yang di jaga dua pria gagah ini, kita akan melewati Matthias Gate. Ciri dari Matthias Gate adalah diapit dua bendera kebangsaan Republik Cheko. Gerbang ini dibangun sebagai triumphal arch oleh Emperor Matthias II pada tahun 1614.

Memasuki second yard kita akan menemukan fountain dengan arsitektur Baroque lengkap dengn sumur yang pada masa sekarang sudah tidak digunakan lagi. Second yard ini dikelilingi oleh bangunan dengan berbagai macam gaya yang berasal dari periode berbeda serta memiliki tujuan yang berbeda. sehingga pada abad 18, lokasi ini dianggap sebagai simbol harmoni dan aspek pemersatu bangsa.

 Halaman selanjutnya yang akan kita masuki adalah third yard. Lokasi ini merupakan jantung  pusat Kastil Praha. Terdiri dari lahan yang sangat luas dan terdapat bangunan-bangunan penting mengelilinginya. Bangunan pertama yang menakjubkan mata kita adalah Katedral St. Vitus yang sangat besar.Pada tahun 925 Katedral ini merupakan pusat spiritualitas seluruh negri. Pembangunan Katedral ini juga memakan waktu berabad-abad. Mulai pada tahun 1344, Charles IV memerintahkan perluasan Katedral dengan arsitektur Ghotic. Dan yang lebih mencengangkan lagi adalah Katedral Ghotic baru benar-benar dapat diselesaikan pada tahun 1929 yang tentunya melewati perbedaan masa dan seniman penggarapnya. Keindahan Katedral ini terletak bukan hanya pada bangunan Ghotic nya yang rumit namun juga interior di dalam nya sangat menarik. Lukisan dinding yang rumit serta lukisan kaca dapat kita temukan di dalam Katedral ini. Infin masuk ke dalam nya? Eits tunggu dulu. Beli tiket dulu ya di turis center di depan court yard. Hal itulah yang lupa kami lakukan. Sebenarnya bukan nya lupa, kami hanya tidak menyangka bahwa kami harus membayar (beli tiket) untuk masuk ke suatu tempat ibadah. Lagi pula kami tidak melihat adanya petugas pmeriksa tiket di depan pintu masuk Katedral. Udah ikut antrian panjang-panjang, eeh… ternyata di mintain tiket pas di dalam. ;D

Selanjutnya kami pun ngacir ke kantor pusat turis untuk membeli tiket paketan yang mengijinkan kami untuk memasuki Royal Palace, Katedral, St George Monastary & Basilica, serta museum armoor di Golden Lane. Dengan berat hati, kami memutuskan untuk melompati Katedral karena kami tidak mau lagi mengantri dari awal yang tentunya akan membuang waktu kami untuk mengeksplore tempat yang lain. Perjalanan pun kami lanjutkan menuju Royal Palace.

Sayangnya, hanya sebagian kecil dari ruangan di Royal Palace yang boleh dikunjungi oleh pengunjung. Lagipula adanya maintenance building cukup mengganggu pemandangan kami menikmati Royal Palace. Namun menurut pendapat pribadi saya, isi bangunan ini tidak semegah yang saya harapkan. Bahkan isi Katedral terasa lebih megah daripada Royal Palace. Walau bagaimana pun juga, menginjakkan kaki di suatu tempat yang pernah menjadi pusat kekuasaan negri Bohemia tentunya menjadi momen spesial tersendiri bagi saya.

Kami pun menuju ke St. George Monastery & Basilica. Dapat kita pahami bahwa pada masa bangunan ini di didirikan, agama menjadi hal yang sangat utama di Eropa. Adanya bangunan ini adalah sebagai pusat pendidikan bagi remaja putri berdarah bangsawan untuk menimba ilmu yang pada waktu itu sangat lekat kaitannya dengan moral dan keagamaan.

 

Setelah puas beristirahat sejenak di kursi jemaat di dalam Basilica, kami pun berjalan menuju area belakang Kastil.  Di area ini dapat kita temukan Golden Lane di mana potret cotage rumah kecil pada masa kerajaan Bohemia masih berdiri hingga saat ini. Beberapa rumah yang kami masuki diantaranya adalah tempat tinggal seorang perempuan paranormal pada jaman pertengahan, serta rumah sederhana penjaga gerbang kerajaan. Di golden lane ini pulalah kami temukan tanggamenuju museum tempat penyimpanan baju perang ksatria Bohemia. Penataan museum sangat menarik dengan hanya memanfaatkan lahan yang sempit. Namun jangan tanya tentang kondisi baju perang karena memang di rawat dalam kondisi yang sangat baik dan menarik untuk dipamerkan.

 

Rute perjalanan ternyata sudah diarahkan ke pintu keluar belakang setelah kami selesai menikmati musium sempit namun menarik itu. Hari itu sudah sore sekitar pukul 7 dan kastil sudah akan diutup. Padahal kita belum sempat menikmati taman istana yang indah. Maka kita pun memutuskan untuk menyusuri taman sembari menuju pintu depan kerajaan. keputusan ini ternyata sangat tidak mengecewakan. Selain dapat menikmati taman sejenak, kita  juga dapat menikmati pemandangan indahnya kota Praha dari dataran tinggi di mana kastil ini di bangun.

Kami kemudian segera menyusuri tangga keluar dan berharap dapat mengejar sunset di Jembatan Romantis buatan Raja  Charles IV. Letaknya memang tidak seberapa jauh dari Kastil. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit jalan kaki dari kastil menuju jembatan ini. Ikon terkenal kota Praha ini dibangun oleh raja charles pada abad 14 diatas sungai Vlatva. Tentunya untuk menghubungkan Kastil Praha dengan Old city. Arsitektur gaya ghotic tetap kental menghiasi jembatan ini. Terdapat sekitar 30 buah patung di kanan dan kiri jembatan sebagai simbol penghormatan kepada orang-orang suci dan penting di jaman tersebut. Jangan melewatkan satu patung yang paling menarik di jembatan ini, patung Saint John of Nepomuk. Saint John adalah santa yang paling dicintai di negeri Bohemia. namun raja Wenceslas tidak menghendakinya dan memnjarakan santa john serta menenggelamkan santa ini ke dalam sungai Vlatva dari jembatan Charles. Beberapa puluh tahun kemudian, lokasi dimana santa John ditenggelamkan kemudian dibangun patung perunggu sebagai penghormatan kepadanya. Selanjutnya adalah patung Saint Ludmilla. Ludmilla adalah seorang perempuan suci yang menyebarkan agama kristen di penejuru negeri Bohemia. Dia dituduh berkhianat akan mencuri tahta kerajaan oleh Drahomira. Sebagai hukumannya, Ludmilla kemudian dicekik hingga tewas pada tahun 921. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah patung St. John the Baptis yang dipercaya sebagai putra Zakaria yang membaptis Jesus dan menyebutnya sebagai “Lamb of God”.

Malam terakhir di kota Praha ini kami tutup dengan mengunjungi Old City Praha dan menikmati makan malam lezat di sana dengan resep lokal Republik Cheko. Sedih sekali mendapati fakta bahwa esok pagi kami harus terbang kembali ke Belanda meninggalkan negeri Bohemia yang selalu membekaskan rindu di hati.

Sebagai oleh-oleh, saya cuplikan percakapan menarik antara saya dengan pria Cheko kasir penjaga toko suvenir:

Kasir: Are you come from India?

Me: No! I come from INDONESIA! *cemberut* *jauh2 ke Praha masih jg dikira org India!*

kasir: *ngebungkus suvenir, nyerahin nota, sambil bilang: TERIMA KASIH

Me: Woww! You can speak Bahasa? Wonderful! Praha is a wonderful city! *surprize+shock+ketawa lagi*

Schat: *nggak mau kalah ama si pria Cheko* Sama-sama..

Kasir: Wowwww! you can speak Bahasa too?? *Kaget banget*

Schat: *ngakak-ngakak penuh kemenangan*
Note: sepertinya orang Indonesia adalah favorit para pedagang suvenir di seantero bumi.. Yah kita taulah.. tukang borong suvenir! Hihihi..

(The End)

Related story:

1. Menapaki Jejak Negeri Bohemian

2. Praha City Tour- Part 1

3. Praha City Tour – Part 2

Praha 3 – “Ghost city Tour”

Pada hari jumat malam tepat pukul 10 kami berkumpul di depan kantor agen penyedia jasa ‘Ghost City Tour’. Ada yang unik dalam tour ini karena pemandu wisatanya mengenakan kostum horor. Peserta tur dalam grup kami terdiri sekitar belasan orang, termasuk kami berdua. Pada awalnya saya ketakutan untuk diajak ikutan tur ini. Karena bayangan saya, kami akan di ajak masuk ke tempat-tempat angker tersebut. Namun ternyata, terutama bagi anda penggemar kehororan,  tur ini tidak seberapa menyeramkan. Kami para peserta tur diarak keliling kota melalui jalan-jalan sempit nan gelap sambil berjalan kaki dan didongengin cerita-cerita horor terkait tempat yang kami lewati.

Berikut adalah beberapa cerita horor yang disampaikan oleh pemandu horor kami:

1. Hantu algojo pemenggal kepala

Konon pada jaman pertengahan, hiduplah seorang algojo atau tukang jagal pemenggal kepala yang tugasnya mengeksekusi mati para narapidana. Algojo ini selalu menutup kepalanya dengan kain setiap melakukan aksi. Saking menghayati pekerjaan nya, Algojo ini tetap memakai kain merah penutup kepala tersebut kemanapun ia pergi. Ada suatu bar lokal favorit langganan algojo ini yang selalu didatanginya untuk sekedar minum bir ataupun menghabiskan waktu. Hingga saat ini, arwah algojo bertudung kain merah ini dipercaya tetap berkeliaran di jalanan kota Praha dan mengunjungi bar favoritnya yang masih buka hingga sekarang.

2. Hantu kekasih yang dikhianati

Alkisah ada seorang putri pengusaha kaya yang cantik jelita pada abad pertengahan kota Praha. Dikarenakan Praha pada waktu adalah pusat perdagangan Eropa maka berbagai saudagar dari seluruh penjuru Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrika berkunjung ke kota ini untuk saling bertransaksi dagang. Datanglah seorang pemuda pedagang berkuda gagah dari Turky yang juga ingin bertransaksi di kota ini. Secara tak sengaja bertemulah kedua remaja ini. Si cantik, mata biru, rambut pirang jatuh cinta dengan si tampan mata hitam tajam, rambut gelap. Namun pada suatu musim panas, pemuda ini pun harus pulang ke negeri asalnya. Dia pun berjanji pada sang gadis pujaan hatinya untuk kembali lagi ke Praha dan melamarnya.

Namun hari bulan berganti bulan, musim berganti musim. Tiga musim dingin telah terlewati tanpa kabar tanpa tanda-tanda kedatangan sang pria Turky. Gadis ini pun muram durja dan patah hati. Hingga pada suatu musim semi, datanglah seorang pemuda pedagang dari Jerman, gagah bermata biru ingin bertransaksi di kota Praha. Bertemulah kedua remaja ini. Secara sekejap, terhapuslah luka hati sang gadis pada sang pria Turky dan jatuh cinta dengan sang pemuda Jerman. Pasangan yang saling jatuh cinta dan berbahagia ini pun memutuskan untuk melakukan pernikahan.

Pada hari pernikahan, ketika semua telah disiapkan. Sang gadis pun telah mengenakan busana pernikahan nan cantik. Tanpa di duga-duga, datanglah seorang pemuda berkuda dari Turky yang shock melihat kekasihnya akan menikah dengan pria lain. Dengan amarah yang meledak dikejarlah sang pengantin perempuan sembari berkuda. Dan dalam sekali tebas, terpenggalah kepala cantik sang pengantin perempuan tersebut. Gadis cantik itu meninggal di tangan kekasih nya yang cemburu dan membabi buta.

Hingga saat ini penduduk Praha masih mempercayai bahwa sang gadis masih berkeliaran menangis dengan gaun pengantin nya dan menghantui kota tua.

3. Hantu Spanyol

Perjalanan kami berhenti di sebuah rumah. Sang pemandu wisata horor kami bercerita bahwa pada suatu malam, sama seperti malam di mana kami sedang berdiri. Datanglah 2 pemuda pedagang dari Spanyol yang ingin bertransaksi dagang. Namun karena hari telah malam, pemuda ini kehabisan waktu untuk menemukan tempat menginap. Tidak kehabisan akal, pemuda ini mengetok pintu rumah-rumah di Praha untuk meminta ijin menginap barang satu malam. Namun bukan nya sambutan baik yang mereka terima. Rumah-rumah tersebut tidak bersedia memberikan tumpangan karena ketakutan apabila mereka adalah orang jahat yang akan merampok rumah mereka.

Hingga tibalah dua pemuda Spanyol ini di rumah seorang saudagar kaya Praha. Rumah yang sama yang berdiri tepat di depan rombongan tur kami berhenti. Pemuda Spanyol ini menceritakan kesulitan nya dan memperlihatkan sekantung emas kepada saudagar pemilik rumah tersebut sebagai pembayaran menginap semalam di rumahnya. Sang saudagar pun menyetujui dan mempersilakan para pemuda Spanyol tersebut untuk menginap di rumahnya.

Pada tengah malam, Sang saudagar pemilik rumah ini pun gelisah memikirkan si kantong emas. Ia menduga bahwa para pemuda Spanyol tersebut membawa lebih dari sekantong kecil emas. Karena dibutakan oleh kerakusan dan kekikiran nya, saudagar ini pun memutuskan untuk membunuh dua pemuda Spanyol tersebut dan merampas hartanya. Dalam sekali tusuk dengan pedang pada masing-masing pemuda Spanyol, sang saudagar pun berhasil mencapai keinginannya. Untuk menghilangkan jejak, Saudagar pemilik rumah ini mengubur dua mayat pemuda Spanyol di ruangan bawah tanah di rumahnya. Serta menyembunyikan gundukan emas di tempat yang aman. Pembunuhan ini tak pernah tercium oleh otoritas lokal. Berhubung pemuda Spanyol datang dari jauh dan tidak ada yang mengenal maupun merasa kehilangan. Maka pembunuhan ini tertutupi dengan rapi sampai saudagar itu pun meninggal.

Namun, ternyata hantu pemuda Spanyol tersebut tidak tinggal diam. Mereka berkeliaran dan menghantui penduduk setempat. Hingga pada beberapa puluh tahun kemudian, seorang penjual roti membeli rumah tua bekas milik saudagar kikir. Dia pun dihantui terus menerus oleh para hantu Spanyol. Bukan hanya itu, para hantu Spanyol juga menghantui para konsumen nya hingga tunggang langgang. Karena kesal, sang penjual roti pun menantang para hantu tersebut dan bertanya, apa mau mereka, karena sang penjual toko datang dengan damai dengan hanya bertujuan untuk berdagang. Kemudian sang hantu pun meminta kepada sang penjual roti untuk memakamkan jasad para pemuda tersebut di pemakaman yang layak dengan upacara Kristiani, maka setelah itu sang hantu berjanji untuk tidak akan pernah datang lagi dan juga akan membalas kebaikan sang penjual roti pada suatu hari nanti.

Upacara pemakaman pun dilakukan dengan layak lengkap dengan cara Kristian seperti yang diminta para hantu Spanyol. Pasca pemakaman tersebut sang hantu tak lagu menghantui pedagang roti. Toko roti miliknya pun semakin ramai dikunjungi pelanggan. Saking laris nya usahanya, ia pun ingin memperlebar tokonya. Ketika ia menggali untuk mebuat pondasi baru bagi bangunan nya, ia pun menemukan harta karun emas milik hantu Spanyol tersebut. Tuntas sudah hutang budi para hantu Spanyol pada pedagang roti itu.

4. Hantu Sinagog Yahudi

 Adalah sebuah sinagog tua Yahudi yang dibangun berdekatan dengan makam Yahudi. Keduanya sama-sama seram. Di makam yahudi tersebut telah ditanam beribu-ribu mayat Yahudi. Bahkan satu liang makam pernah digunakan untuk minimal 10 kali penguburan mayat. Hal ini dikarenakan tidak tersedianya cukup lahan pemakaman dari otoritas kota untuk para warga Yahudi.

Sedangkan sinagog yahudi dibangun dengan semen yang telah dicampur dengan abu jenazah seorang tokoh Yahudi. Hal ini dikarenakan kepercayaan setempat agar hantu tokoh tersebut melindungi Sinagog. Hingga saat ini, Sinagog tua tersebut masih kokoh berdiri dan masih digunakan untuk bersembahyang oleh para warga Yahudi setempat.

5. Hantu Pastor dan Pelacur

Kami berhenti di sebuah jalan sepi nan gelap. Di sebelah kiri kami berdiri bangunan tua yang sangat besar. Konon bangunan tersebut adalah gerja danrumah sakit milik gereja. Sedangkan di sebelah kanan kami, berdiri rumah tua yang tidak seberapa besarnya dibanding gereja. Sang pemandu wisata horor pun memulai ceritanya.

Pada abad pertengahan hiduplah seorang pastur muda yang sangat taat beribadah di gereja tersebut. Sebagai seorag pastur muda, Ia tinggal sehari-hari di gereja tersebut dan juga memberikan pelayanan bagi umat. Namun ada hal yang sangat mengusik hati pastur muda ini dikarenakan bangunan tepat di depan gereja adalah bar merangkap prostitusi. Awalnya pastur muda ini berusaha untuk bertahan tidak menghiraukan para ‘setan’ tersebut dan tetap berusaha beribadah dengan kyusuk. Namun lama-kelamaan Ia tidak sabar juga.

Didatangilah bar tersebut dengan niatan mengajak para pengunjugnya untuk bertaubat. “Wahai kalian semua, bertaubatlah sebelum terlambat”begitu kira-kira kata pastur muda kepada pengunjung bar. “Jika tidak bertaubat kalian akan dibakar ke dalam api neraka yang sangat panas…” lanjutnya berkobar-kobar.

Semua orang hanya mentertawakan pastur tersebut tanpa sedikitpun menghiraukan omongan nya. Pastur ini pun menjadi lebih kesal karena merasa dijadikan bahan tertawaan. Hingga datanglah seorang perempuan muda cantik yang bekerja sebagai prostitusi menghampirinya. “Hai pastur, tau apa kamu soal neraka? neraka itu saat kita kelaparan tidak bisa makan 3 hari karena nggak punya uang! Itu baru siksa neraka..” ucap perempuan tersebut menanggapi khotbah sang pastur. Sang pastur pun bertambah amarahnya dan mengumpat “Dasar pelacur kamu! tidak tau terimakasih mau diselamatkan dari api neraka!!”.

Berang mendengar hinaan sang pastur, perempuan tersebut pun berdiri sembari membuka pakaian yang menutupi dadanya. “Pelacur kata anda? Iya, saya memang pelacur bapa. Bapa sendiri yang datang ke tempat pelacuran..” ucapnya sambil mendekati sang pastur. Pastur pun panik mengetahui seorang perempuan muda dengan dada telanjang datang menghampirinya. Di rabalah apapun yang ada di sampingnya, hingga ia menemukan sebuah tongkat dengan ujung besi yang lancip. Saking paniknya, pastur ini berusaha membela diri dengan menghujungkan tombak kayu di depan badan nya sambil berteriak “Pergi kau setaaaan!”.

Sang perempuan yang tidak menyadari bahwa sang pastur mengambil tombak pun tersandung dan tertusuk tertancap tombak tersebut hingga menembus punggung nya. Dalam sekejap, keriuhan bar pun terhenti dan semua mata tertuju pada pria tersebut. Seorang pelayan tuhan yang dengan tangan nya sendiri membunuh seorang pekerja prostitusi. Semua orang di bar mulai marah dan melemparkan apa saja kepada pastur tersebut sambil meneriaki “Pembunuh!!!”. Sang pastur yang syok dan merasatelah melakukan dosa besar pun akhirnya sangat frustasi dan bunuh diri di tempat.

Demikianlah cerita tersebut. Hingga saat ini penduduk kota Praha terkadang masih dihantui hantu pastur dan pelacur tersebut bertengkar di jalanan dekat gereja tua itu.

6. Hantu biarawati & kekasih

 Alkisah masih di jaman abad pertengahan. Hiduplah seorang gadis muda yang cantik, putri seorang pejabat kota yang tersohor. Dengan gejolak asmara yang menggebu, gadis ini jatuh cinta dengan kekasihnya, seorang pemuda sederhana dan baik hati dari keluarga biasa saja. Pada masa itu, percintaan berbeda status sosial menjadi hal yang sangat ditentang, sehingga pasangan ini pun memutuskan untuk menyembunyikan kisah cinta mereka.

Namun, sesedikit apapun ikan ditutupi, akhirnya baunya pun akan tercium. Begitulah peribahasa yang tepat dikarenakan keluarga sang gadis pun akhirnya mengetahui skandal cinta mereka. Ayah sang gadis meminta si gadis untuk menjauhi kekasihnya, namun hal itu di tolak oleh si gadis. Saking berang, kesal dan takut malu karena aib, sang ayah pun mengirimkan dengan paksa si gadis untuk tinggal di gereja dan menjadi biarawati.

Di gereja, sehari-hari si gadis pun hanya diisi dengan tangis. Saking bingung nya pihak gereja menghadapi amarah dan ratapan si gadis, gereja pun mengunci gadis ini di sebuah ruangan bawah tanah agar dapat berdoa lebih khusuk.

Si pria sang kekasih pun tak tinggal diam. Dia menemukan suatu jalur rahasia. Bahwa kota Praha pada masa itu (hingga sekarang) mempunyai lorong-lorong bawah tanah sebagai jalan rahasia yang menghubungkan banyak tempat, termasuk adalah jalan masuk menuju ruangan bawah tanah di gereja. Sang pria gigih ini pun melancarkan usahanya dengan menelusuri lorong-lorong bawah tanah kota Praha. ternyata hal ini bukanlah upaya yang mudah. Terkadang ia membentur batu dan menggali sedikit tanah untuk bisa melewati lorong. Hingga akhirnya, tibalah pemuda ini di sebuah batu besar yang dipercaya bahwa dibalik batu tersebut adalah ruangan bawah tanah tempat kekasihnya dikurung untuk berdoa.

Namun, keletihan terlanjur menghinggapi pemuda ini. Ia pun tertidur pulas. Saking pulas dan letihnya, ia pun mendengkur dengan sangat keras. Dengkuran ini pun terdengar oleh para penjaga kamar bawah tanah yang kemudian menaruh kecurigaan dan berusaha menemukan sumber suara tersebut. Dengan sangat cepat, mereka memutuskan untuk membuka batu penutup yang menghubungkan kamar bawah tanah dengan lorong rahasia. Tanpa banyak perlawanan, pihak gereja pun menangkap basah pemuda ini.

Si gadis yang bahagia melihat kekasihnya namun sekaligus juga sedih mendapati kekasihnya di amankan pihak gereja pun memohon kepada para biarawati untuk melepaskan mereka. Namun tindakan tersebut bukan nya menimbulkan simpati oleh gereja, melainkan gereja justru merasa malu atas pencemaran nama baik biarawati yang dilakukan oleh gadis ini. SEorang biarawati dituntut untuk tidak terbawa nafsu dan jatuh cinta, karena seorang biarawati seharusnya adalah pelayan tuhan yang paling setia.

Gereja ini pun akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi mati sang pria karena melakukan pencemaran nama baik terhadap gereja. Gereja juga memutuskan untuk mengurung si gadis muda. Namun gadis ini pun bunuh diri bersamaan dengan hari dieksekusinya kekasih nya oleh gereja.

Hingga saat ini, penduduk kota Praha masih mempercayai bahwa hantu sepasang kekasih ini pun masih saja menghantui ruangan bawah tanah di gereja tua tersebut.

***

Demikian oleh-oleh cerita horor dari kota tua Praha. Sang pemandu wisata horor menutup tur tepat di depan gereja tempat hantu sepasang kekasih tersebut dipercaya tinggal. Para peserta pun dibebaskan untuk bepergian ke mana saja setelah tur tersebut berakhir. Hmmm… tapi kok sepi ya jalan nya.. gelap pula… jauh dari tempat tram dan bus berarti masih harus jalan kaki.. emmmmmmm……

(Bersambung Praha City Tour-Part 3 (End) “Bohemian Kastil” )

*Tulisan sebelumnya: Praha City Tour – Part 1

Praha 2 – “Old City Centre”

Perjalanan ke kota Praha ini bermula dari tawaran tiket promo WizzAir. Maskapai budget airline asal Hongaria ini menawarkan rute Eindhoven, Belanda – Praha, Republik Cheko dengan harga menggiurkan, yaitu sekitar €50 PP. Secepat kilat saya mengambil kartu kredit (baca keras-keras: Milik Kakak!) untuk mem-booking penerbangan itu. Sudah saya coba berkali-kali memasukkan data booking tapi rupa-rupa nya kartu kredit tersebut ditolak. Tidak ingin kehilangan kesempatan, saya meminta bantuan teman kakak untuk membooking-kan penerbangan menggiurkan itu. Eh.. bagaikan nemu durian jatuh, teman kakak ini menolak saya ganti uang tiket nya 🙂 yayy!! Capcus Praha!

Sebagaimana telah disampaikan di Menapaki Jejak Negeri Bohemia di kota Praha, Ceska Republika   perjalanan kali ini sungguh tanpa persiapan. si Ayank yang menyusul mem-booking tiket di dekat-dekat hari keberangkatan, kena sekitar €100 PP. Berhubung kota keberangkatan adalah Eindhoven sedangkan kami tinggal di Den Haag, maka diperlukan ekstra waktu untuk menempuh perjalanan. Den-Haag – Eindhoven dapat ditempuh dengan kereta intercity Belanda dalam waktu 2 jam dengan harga €18,40. Sesampainya di Central station Eindhoven, perjalanan kami lanjutan dengan bus no. 401 menuju Eindhoven Airport. Bus ini beroperasi tiap 10 menit sekali di weekdays dan 15-30 menit sekali pada weekends. Lama perjalanan bus dari stasiun ke bandara Eindhoven ini adalah 25 menit.

Cuaca di Eindhoven sungguh Belanda sekali. Alias hujan dengan air seperti keluar dari kulkas dan angin super dingin yang bertiup kencang.  Dengan berlari kecil dan melindungi kepala kami menuju pintu masuk bandara serta menghampiri petugas. Saya sudah bersiap-siap mengeluarkan paspor. Petugas tersebut lalu mempersilahkan kami memasuki mesin detektor logam setelah sebelumnya hanya memeriksa tiket saya tanpa sama sekali tidak memeriksa passpor saya. Yup, dan semuanya lancar. Kami pun menuju konter Wizzair menunggu boarding.

Perjalanan Eindhoven-Prague memakan waktu 2 jam. Yang unik dari penerbangan budget ini adalah kami tidak diberi seat number. Para calon penumpang dibebaskan untuk berkeliaran memilih tempat duduk mereka sendiri. Hahaha.. Sesudah memilih salah satu tempat duduk, si ayank mulai rewel.. Ternyata space antara kaki ke kursi di pesawat eropa ini kecil untuk ukuran orang eropa sendiri. Kaki si ayank terpentok kursi di depan nya. Pilihan nya adalah kaki terpenthok kursi atau duduk ngangkang selama 2 jam perjalanan 😀 Walau bagi saya yang berperawakan asia, seat ini lumayan lah. Selebihnya, kami menikmati perjalanan di udara ini sambil memperhatikan betapa tebalnya awan yang menyelimuti langit negeri Belanda. Pantesan aja dingin, sinar mataharinya di blok ama si awan-awan!

Pukul 2 siang pesawat kami mendarat di bandara Praha. Perjalanan kami lanjutan menuju hotel via taxi. Sebelumnya memang Schat telah memesan double room di Hotel Atos http://www.hotelatos.cz/ , Mělnická 13, 150 00, Prague 5, Czech Republic. Dengan rate sekitar 55 Euro per malam. Walau letak hotel ini di luar Old city, namun cukup strategis. Untuk bepergian dengan transportasi umum, kami tinggal berjalan tidak sampai 3 menit untuk mencapai halte tram terdekat yang dapat membawa kami menuju old City. Dengan tentunya menyeberangi jembatan yang menghubungkan kota Praha dengan Old city. Cukup menarik bukan? 🙂  Suasana kamar cukup nyaman dengan shower dan tv juga cooler. Namun sayang, kami lupa mem-booking kamar ber AC. Walau bagi saya yang terbiasa cuaca tropis di Jakarta, cuaca di Praha sungguh tidak mengganggu, 27 derajat celcius dengan semilir angin dingin sepoi. Tapi untuk si Ayank, nampaknya cuaca ini cukup gerah. Sehingga kami pun memutuskan untuk membuka jendela semalaman ketika tidur.  Satu lagi yang menyenangkan dari hotel ini adalah breakfast nya!  Aneka macam buffet yang all you can eat plus prasmanan terhidang. Ada aneka macam roti, keju, ham, sosis, telor mata sapi, kruesli alias sereal, yoghurt, buah-buahan, kopi, aneka teh, susu, chocomelk, orange jus sampe apple juice, semuanya lengkap. Breakfast saya pun sampai bersambung di kloter kedua ;D

Kami pun langsung menuju ke Old city dengan tram untuk menghabiskan sore kami. Suasana kota Praha kali ini sangat ramai dikunjungi oleh turis. Maklum, kepergian kami sekitar summer.

1. Main Square

 Waktu Kedatangan kami bertepatan dengan ajang piala Eropa 2012. Pada hari ini yang akan bertanding adalah Jerman melawan Yunani. Di Main Square kota tua Praha ini telah disiapkan layar lebar oleh suatu produsen otomotif sebagai sponsor acara, tentunya untuk nonton bareng. Jadilah hiruk pikuk para turis bercampur baur dengan keramain para supporter bola. Yang paling ramai di hari ini tentunya para pendukung Jerman yang sudah siap mengenakan jersey Jerman dengan menggenggam bir di tangan sambil berteriak dan bernyanyi-nyanyi keliling kota. Kami pun bergabung dengan keriuhan itu, sorak sorai, teriakan serta nyanyian. It`s fun! 🙂

Jika pada hari normal, main square ini adalah pusat kota tua Praha. Halaman luas yang akan dipenuhi para turis . Ditambah lagi restaurant di sekeliling main square ini adalah tempat menarik untuk nongkrong. Menyediakan berbagai menu dari lokal, european standart, ataupun untuk sekedar minum kopi atau chocomelk. Tapi awas ya, siap-siap dengan tourist trap. Karena beberapa restoran akan men-charge table kita. Alias kita harus membayar biaya sewa untuk duduk di meja tersebut. Terlepas dari kami pun menjadi korban tourist trap, kami tetap menikmati makan malam kami yang lezat dengan view terbaik. Menu yang saya pesan adalah makanan khas Cheko yang terdiri dari bebek goreng dan kubis ungu yang dimasak sedemikian rupa dan enak sekali! 🙂

 2. Clock Tower

 

Menara jam ini adalah suatu ikon penting kota Praha. Letaknya di salah satu sudut main square. Yang menarik dari tempat ini adalah setiap satu jam sekali jam akan berdentang diiringi suara musik. Menara ini pun ternyata sangat terkenal di kalangan para turis. Sehingga turis-turis tersebut (termasuk kami 😀 ) bersedia berkumpul di depan menara ini hanya untuk menyaksikan atraksi satu jam sekali itu. Tapi tunggu tunggu, please lowering your expectation kalau anda tidak mau kecewa seperti saya 😀 Karena saya terlalu berimajinasi dan berharap sesuatu yang spektakuler akan keluar dari lingkaran utama jam tersebut. Ternyata nyatanya setelah menunggu satu jam, musik yang mengiringi jam ini berasal dari terompet jaman pertengahan yang ditiup oleh beberapa orang dari atas menara. Suara nya menarik memang, berasa seperti seakan-akan kembali ke jaman bohemia.  Tapi ya itu, sesuatu yang spektakuler yang saya tunggu-tunggu dari lobang utama jam ternyata tidak penah muncul. Alias tidak ada! Hanya suatu jendela kecil sedikit terbuka dan kita bisa menyaksikan boneka patung bergerak-gerak. Setelah selesai atraksi itu, saya dan ayank pun saling pandang bingung. Karena ternyata bukan hanya saya, si Ayank pun juga terlalu berekspektasi tinggi. 😀

 3. Church Our Lady

 Gereja ini di buka untuk umum dari jam 9.00 hingga 17.00. Namun sayangnya kami ke sana pukul 19.00 sehingga gereja ini sudah tutup dan kami pun tidak bisa menyaksikan keindahannya dari dalam.  Tapi ngga apa-apa thoh dari luar pun bangunan ini sudah cantik. Ada satu hal yang sangat saya sayangkan yaitu berdirinya dua bangunan moderen yang menutupi bagian depan gereja ini. Sungguh ingin rasanya saya merobohkan dua bangunan itu sehingga arsitektur gereja ini dapat dinikmati secara utuh!

 4. Snack in Between

Di sela-sela city tour kota tua ini, secara tidak sengaja kami menemukan restaurant fastfood Amerika favorit si Ayank, Thanks God Its Friday! alias TGIF! Si Ayank happy sekaligus kaget ketemu restauran ini di Praha karena bahkan di Negerinya si Ayank, Belanda pun TGIF ngga buka cabang. Pertama kali si Ayank mencoba restoran ini adalah di negeri asalnya, Amerika, ketika perjalanan bisnis ke New York. Didirikan berdasarkan ide kreatif bahwa orang-orang sibuk di Amerika sangat bahagia di hari Jumat menjelang weekend karena bebas dari stress kantor, TGIF pun cepat melejit dan ramai. Namun tentunya bukan hanya karena ide kreatif tersebut melainkan juga menu yang disajikannya sangat lezat! Cocoknya lagi, hari itu adalah jumat 22 juni 2012. sangat tepat untuk mencoba Thanks God Its Friday on FRIDAY!Berikut snack in between yang kami pilih dan menjadi menu santap romantis menikmati kota romantis Praha sore hari. Prague is romantice and full of romance! *,*

(Bersambung praha-city-tour-part-2-ghost-city-tour )

*Tulisan sebelumnya: Menapaki Jejak Negeri Bohemia

      

Praha 1 – “Menapaki jejak Negeri Bohemia di kota Praha, Ceska Republika”

(lebih…)