Jerman, Negeri seribu kastil (part 1)

Mungkin judul Jerman negeri seribu kastil adalah rada berlebihan. Tapi kesan inilah yang saya dapatkan ketika mengunjungi negara ini. Jerman adalah salah satu negara eropa yang saya sangat ingin kunjungi. Beruntung, si Ayank bersedia mengantarkan saya menikmati sebagian Jerman. Sebagian? yup sodara-sodara, karena Jerman sangat luas. Pemandangan, culture serta bangunan pun berbeda di masing-masing negara bagian nya. Sebelum kita beranjak, sudah pada tau kan kalau Jerman adalah negara federasi?  Terdiri dari 16 negara bagian. Dipimpin oleh Presiden Federal sebagai kepala negara dan Kanselir sebagai kepala pemerintahan. Mengamati banyaknya jumlah negara bagian di Jerman memang tidak bisa terlepas dari sejarah negara ini. Dan wisata kami ke kastil-kastil di Jerman sungguh memberikan pemahan baru bagi saya. Bahwa game of power di negeri ini sangat kuat sudah sejak dari jaman dulunya.

Sebagai turis yang cuma tiga hari berkunjung di Jerman, saya tidak ingin berlama-lama membahas sejarah negeri ini yang sangat panjang. Walau ternyata perjalanan tersebut membuat saya sedikit berpikir tentang wajah negeri ini di masa lalu, jauh sebelum federasi terbentuk. Kami menyewa apartemen di pinggir sungai Rhine dan menyusuri situs yang di lindungi oleh UNESCO sebagai World Herritage. Iya, Rhine River beserta semua kastil dan bangunan tua yang ada di sekitarnya adalah World Herritage yang dijaga dan tidak boleh dirubah tata-letak nya sedikitpun.

Apartemen yang telah di booking oleh Ayank via internet dari jauh hari, ternyata sangat tidak mengecewakan. Letak nya tepat di samping jalan, lengkap dengan balcony view of the famouse Rhine River. Perfect! 🙂  Namun ada satu hal yang menarik. Dikarenakan lokasi ini dilindungi oleh UNESCO sebagaimana telah diungkapkan di atas maka tidak boleh sembarang mengubah maupun menambahkan sesuatu, termasuk sesuatu yang sangat penting: JEMBATAN! Jadi, untuk menuju ke lokasi ini, mobil kami harus naik feri. Bila kami ingin meninggalkan lokasi ini, bolak-balik kami pun tetap harus naik feri. Jangan dibayangkan kalau ferinya berbentuk kapal yah. Feri ini berbeda, seperti jalanan aspal yang bergerak dari seberang sungai Rhein ke seberang yang lainnya. Gerakannya pun konstan. Sehingga saya yakin pasti ada rel atau kawat di bawah feri ini yang menyangga perjalan benda ini untuk tetap konstan. Satu lagi yang ingin saya komentari, adalah bendera Jerman! Bendera ini nampaknya nongol di setiap tempat. Entah itu rumah penduduk maupun si kapal feri. Padahal sedang tidak ada even khusus ketika kami ke sana. Hal ini cukup menunjukkan seberapa kuatnya nasionalisme dan ke-Jerman-an para masyarakat negeri ini. 🙂

 

Yang membuat saya sangat takjub adalah banyaknya jumlah kastil di sepanjang aliran Rhine River ini.