Bahasa Jawa vs Belanda

Apa sajakah kosa kata bahasa Jawa yang mirip dengan bahasa Belanda? Ikuti video kami:

 

 

 

Sinopsis Europe Travel-Love Story: Menapaki Belanda, Belgia, Luksemburg dengan Cinta

Europe Travel-Love Story: Menapaki Belanda, Belgia, Luksemburg dengan Cinta

Buku Europe Travel-Love Story: Menapaki Belanda, Belgia, Luksemburg dengan Cinta. (Foto Nimas)

Buku ini berkisah tentang perjalanan Nimas seorang gadis Solo yang merantau ke negeri kincir angin. Disana ia bertemu dengan Remco seorang pria Belanda bermata biru yang jenaka. Nimas dan Remco pun jatuh hati pada pandangan pertama. Pasangan kekasih ini kemudian memulai kegiatan traveling bersama. Dengan riang, Remco mengajak Nimas menjelajahi Belanda, Belgia dan Luksemburg melalui persepsi orang lokal. Remco banyak menceritakan cerita sejarah di balik tempat-tempat yang mereka kunjungi dengan ringan dalam perbincangan sepasang kekasih. Buku ini juga dikemas dengan cerita manis penuh cinta dari sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Menceritakan bagaimana mereka menikmati momen kebersamaan sambil mengunjungi tempat-tempat indah bernuansa romantis khas negeri-negeri Eropa. Cerita perjalanan keliling Eropa pun terasa lebih menarik dan penuh cinta bila dijelajahi bersama kekasih tambatan hati.

Buku ‘Europe Travel-Love Story: Menapaki Belanda, Belgia dan Luksemburg dengan Cinta’

_Cover Travel

Bagi anda yang ingin jalan-jalan romantis ke Eropa bersama pasangan terkasih, dapatkan segera buku perdana:

Europe Travel-Love Story:

Menapaki Belanda, Belgia dan Luksemburg dengan Cinta

Silahkan pesan di: www.nulisbuku.com

FotorCre

Versi Buku

TERSEDIA JUGA VERSI E-BOOK

di: www.travelbugeurope.com

Bagi yang kesulitan memesan buku via nulisbuku.com silahkan tinggalkan komentar di halaman ini. Saya akan bantu untuk meng-order melalui saya. Terimakasih.

Netherlands : De Delft Blauw

   
Delft is an interesting tiny city in the Netherlands. Have we ever saw a blue ceramic souvenir from the Netherlands? Yep, that must be product originally from Delft. That’s why Delft is very famous by its ‘Delfts Blauw’, a hand painting arts in the ceramic objects. The objects that usually used for painting are vase, glass even plate in a blue color of painting. The arts spread in south Holland until east Holland since 1560.  But the best quality of the products at those time were produced from Delft. So that until now on those branded still strongly attached to the city of Delft. Beside for souvenir shopping, there are so many things to do too that we can explore from the beautiful city of Delft. Laten wij gaan! Kom!
*HOW TO GET THERE
Delft located between Den Haag and Rotterdam. So the route information that I will provide is from those both city.
* Den Haag-Delft:
1. Trem no 1 from Spui (City centre of Den Haag) heading to Delft Tanthoft. Get off in the halte of Prinsenhoff. Walks around 5 menit to Prinsenhoff and the city centre of Delft. (Ticket trem 2.50 Euro)
2. Train from Den Haag Central Station or Den Haag Holland Spoor to Delft. (Ticket 2.50 Euro)
Tips 1:
Jika kita ingin lebih hemat dalam perjalanan maka belilah OV Chipkaart sebagai kartu sakti yang bisa digunakan untuk seluruh transportasi darat di Belanda (trem, bus, metro, kereta). Jika kita punya OV Chipkaart, harga tiap perjalanan akan dihitung pada berapa kilometer yang kita tempuh. Dan biasanya, di bawah 2,50 Euro (April 2012). Pembahasan tentang macam-macam transportasi dan OV chipkaart akan saya buatkan tulisan khusus.
Tips 2: Jangan takut berjalan kaki! Aseli, nggak akan kerasa capek karena udara di Belanda sangat dingin (saat ini sedang spring, suhu udara rata-rata 8 derajat celcius di siang hari) dan justru lebih baik kita menghangatkan tubuh dengan bergerak lebih aktif! ;)* Rotterdam-Delft-Den Haag (atau sebaliknya)
Jika kita tidak punya banyak waktu, kita bisa menyingkat perjalanan mengunjungi tiga kota ini dalam satu hari menggunakan kereta api. Kita tinggal membeli tiket kereta dari Den Haag ke Rotterdam (ataupun sebaliknya). Rute ini akan melewati kota Delft, yang tentunya sayang jika kita lewatkan. Untuk dapat diketahui, tiket kereta di Belanda berlaku untuk seharian penuh dan yang kita beli adalah rute, bukan waktu/jam keberangkatan. Jadi misal, kita beli rute Den Haag-Rotterdam, kita boleh turun di Delft dan main-main 3 jam. Lalu berangkat lagi dari Delft -Rotterdam tanpa harus membeli tiket lagi. Karena memang aturannya, kita membeli rute dan tidak tergantung waktu kapan kita menggunakannya asal masih dalam satu hari.
 
Hal ini saya alami. Waktu itu saya membeli tiket kereta dari Rotterdam-Den Haag Central Station, sedangkan dua teman saya yang ingin pulang ke Delft membeli tiket Rotterdam-Delft. Setelah berada di dalam kereta, si teman membujuk saya mampir ke Delft untuk minum chocomelk dan appel taat. Saya berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri dari godaan chocomelk dan appel taat tersebut dengan berdalih pada teman kalau saya sudah terlanjur membeli tiket Rotterdam-Den Haag, jadi thoh saya nggak mau rugi kalau harus kehilangan beberapa Euro lagi untuk beli tiket lagi Delft-Den Haag. Kontan, teman saya yang sudah berpuluh tahun tinggal di Belanda itu langsung ketawa, dan mulai menjelaskan aturan main pembelian tiket ‘rute’ kereta di Belanda yang tidak bergantung pada waktu keberangkatan asalkan masih dalam satu hari. Oh ya, berhubung teman saya ada yang pegang korting kaart kereta api maka dua teman seperjalanannya pun ikut kecipratan jatah korting 40%. Harga tiket Rotterdam-DH pun jadi 3,50 Euro setelah korting 40%. Sedangkan Rotterdam-Delft jadi 2,70 setelah korting 40%. ( Harga tiket pada April 2012).
*PLACE TO EXPLORE:
1. City Centre
 
2. Gereja
Di gereja ini tempat jasad Hugo de Groot dimakamkan. Selain itu juga ada beberapa makan tokoh ternama di masa lalu.
3. Museum Prince Willems Van Oranje
4. Museum Nusantara
5. Grote Markt
6. Street Market
Setiap hari kamis dan sabtu akan ada street market di hall Grote Markt, Delft. Beraneka pedagang tumpah ruah, silahkan di absen. Mulai dari penjual bunga segar, penjual baju, penjual sepatu, hingga kedai penjual ikan haring dan ikan panggang. Haring adalah jenis ikan yang menjadi makanan khas. Orang belanda biasanya memakan nya mentah-mentah saja. Waktu itu saya pun iseng mencoba roti+ikan haring+bombay. Rasanya? Kalau anda menyukai sushi, mungkin anda akan menyukai ikan haring juga! Tapi kalau saya disuruh makan lagi, saya lebih pilih ikan panggang aja deh! ;)) But it is Okay to try Haring for me.. for once in my life time! 😉 ( Harga ikan Haring+roti, 2 Euro).
7. Party
* MAKANAN
-Restoran Turky
Kapsalon lamb/Kip. Terdiri dari lambs alias daging kambing atau kip alias ayam dan patat (kentang goreng) lalu di taburin keju dan mayones di atasnya. Hmmm…sedaaap! Harga porsi kecil 3 Euro, porsi besar 6 Euro. Buat saya, porsi kecil saja udah super kenyaaang!
-Chocomelk + Appel taat
 
 
Banyak kedai kopi di Delft karena kota ini adalah kota pariwisata. Terutama ketika musim semi dan musim panas, kedai-kedai ini akan membuka teras outdoor untuk pengunjung agar bisa menikmati sinar matahari sambil minum kopi, coklat maupun bir. Tapi yang pualing saya suka adalah kedai Kobus Kuch di Grote markt belakang gereja. Appletaat dan chocomelk nya mantabh! Harga total: 6 Euro.
*SHOPPING & SUVENIR

Belanda 3, Kinderdijk : Desa Kincir Angin

 

Kincir angin alias molens alias windmill tentunya sangat lekat dengan Negeri Belanda ini. Molens hampir  tersebar di seluruh penjuru kota dan desa. Bukan hanya yang tradisional, Molens sekarang pun telah dimodifikasi menjadi lebih moderen dan minimalis. Karuan saja Molens menjadi sangat efektif di negeri ini dikarenakan angin selalu bertiup kencang sepanjang tahun di seluruh penjuru. Angin ini bukan sembarang angin, lebih tepatnya adalah angin beku yang akan menusuk hingga ke sumsum tulang kita jika kita lupa memakai coat. Maka jangan heran bila saking banyaknya Molens hingga penduduk Belanda akan bingung bila ditanya oleh turis di mana tempat untuk melihat windmill. Saya merekomendasikan Kinderdijk sebagai salah satu tempat menarik untuk melihat Molens. Desa ini juga termasuk World Heritage versi UN yang sayang untuk dilewatkan. Laten wij gaan! Kom!!

*HOW TO GET THERE

Kinderdijk lebih mudah ditempuh melalui Rotterdam. Terdapat bermacam transportasi untuk menuju ke sana. Diantaranya adalah menggunakan bus, mobil pribadi maupun kapal. Anda dapat menanyakan mengenai transportasi ini di Information Tourist Centre di Rotterdam, dekat stasiun Central Rotterdam.

Transportasi yang saya rekomendasikan (yang juga direkomendasikan oleh Information Tourist Centre kepada saya) adalah dengan kapal. Terdapat sebuah organisasi yang mengurusi paket wisata ini yang membuka konter loket di sepantaran sungai Nieuwe Mass. Organisasi Rebus, web: www.rebus-info.nl Lokasi konter organisasi ini terletak di pinggir sungai Niews Maas. Kita bisa berjalan kaki menyusuri sungai ini atau memilih naik trem no. 20 atau 25 dari Kruisplein dekat Stasiun central Rotterdam dan turun di halte Willemsplein sebelum jembatan Erasmus.

Selain melayani paket perjalanan pulang pergi ke Kinderdijk seharga 14 Euro, di konter ini kita juga bisa membeli tiket masuk Molens seharga 3 Euro saja. Harga tiket masuk tersebut telah dipotong 50% dari harga aselinya bila kita membeli tiket masuk di Kinderdijk, yaitu 6 Euro. Jadi, dengan total 17 Euro, kita bisa pergi-pulang ke Kinderdijk naik kapal plus masuk ke Molens.

Bootexcursie ini hanya beroperasi di bulan mei hingga oktober, setiap hari. Selain itu hanya dibuka dua sesi keberangkatan. Sesi I jam 10.45 dan sesi II jam 14.15. Total perjalanan Bootexcursie ini adalah 3 jam. Yaitu, satu jam pertama perjalanan keberangkatan, satu jam berikutnya dipersilakan keliling Kinderdijk, lalu satu jam selanjutnya adalah pelayaran pulang ke dermaga awal. Peringatan penting: Jangan terlambat!!

  

Hehehe.. karena hal tersebut hampir saya alami! Hampir ditinggal kapal! Waktu itu saya dan teman memilih sesi keberangkatan II pukul 14.15, agar paginya kami bisa keliling Rotterdam dulu. Tepat pukul 14.00 kami telah tiba di konter organisasi Rebus event. Di sana telah bergerombol rombongan turis yang mengantri tiket. Tak seberapa lama, kapal pun datang dan tepat pukul 14.15 kami pun berlayar.

Di dalam kapal

Pemandangan spesial kota Rotterdam pun dapat kita nikmati dari pelayaran ini mulai dari Erasmusbrug, Willemsburg, dan lain-lain.

Pukul 15.15 kami sampai di Kinderdijk dan diberi waktu satu jam untuk berkeliling. Petugas kapal pun telah mengingatkan bahwa kami harus kembali ke kapal pukul 16.30.

  

Yihaa..saking asyiknya dan saking bagusnya pemandangan, saya berkeliling desa dan memotret banyak sekali. Alhasil, hampir pukul 16.20 saya berusaha jalan kaki cepat menuju ke kapal. Maklum karena saya tidak terbiasa jalan kaki jadi jalannya menyiput alias pelan-pelan. Saya sudah berusaha sekencang mungkin, tapi yah..usaha tinggal usaha.. Teman saya yang kakinya lebih panjang dari saya pun jalan lebih duluan. Sebelumnya saya bilang,

If you arrive earlier then me, please ask them to wait me… I am trying my best!”

Haha.. tepat pukul 16.30 saya sampai di jembatan, kapal pun sudah hampir menarik jangkar!!!!! Dan sepertinya memang hanya saya penumpang terakhir yang mau masuk kapal!!!!

Petugas kapal: “Ow..Ow!! you are late!! 16.30, remember?”

N: “Im sorry… Im really trying my best!!” (sambil ngos-ngos an)

  

Belanda 2, Rotterdam : Kota Pelabuhan

  

Rotterdam adalah kota terbesar kedua di Belanda setelah Amsterdam. Terdapat empat (4) macam transportasi masa untuk mengelilingi kota ini yaitu kereta, trem, bus dan metro. Semua transportasi tersebut dapat kita naiki hanya dengan satu kartu OV chipkaart *iklan*.

Tapi kali ini saya memilih berjalan kaki untuk menyusuri pusat kota Rotterdam, Hal ini dikarenakan sight seeing alias pemandangan yang akan saya lihat dan saya rekam dalam otak akan menjadi lebih detail. Lagi pula tidak susah untuk berjalan kaki di kota ini. Selain jaraknya tidak terlalu jauh, udara dingin di Belanda memaksa kita untuk bergerak lebih aktif. Laten wij gaan! Kom!!

*HOW TO GET THERE

  1. Dari Amsterdam: Naik kereta dari Amsterdam Central-Rotterdam Central. Kereta akan ada setiap 10 sampai 15 menit sekali. Harga tiket one way, full fare, 2nd class, 13,60 Euro. One way, full fare, 1st class, 23,10 Euro. (April 2012).

2. Dari Den Haag: Naik kereta dari Den Haag Central-Rotterdam Central. Kereta akan ada setiap 10 sampai 15 menit sekali. Harga tiket one way, full fare, 2nd class, 4,40 Euro. One way, full fare, 1st class, 7,50 Euro. (April 2012).

*Kalau kita punya OV Chipkaart, tinggal check in saja di counter masuk stasiun, lalu jangan lupa check out ketika telah tiba di stasiun tujuan.

Tips: Langkah pertama setiba di Rotterdam Central, temukan Rotterdam Info Cafe di Groothandelsgebouw. Tempat ini adalah pusat informasi bagi turis yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Central Rotterdam. Dibutuhkan waktu 1 menit berjalan kaki untuk menuju tempat ini dari Stasiun Central, dengan catatan, tidak nyasar. Atau kalau kita takut kesasar, temukan petugas setibanya di stasiun central dan tanyakan di mana Rotterdam info Cafe/ Tourist Information Centre. Selain dapat menayakan berbagai hal tentang tempat yang akan kita kunjungi di Rotterdam, kita juga dapat meminta peta gratis ataupun brosur-brosur tempat wisata di Tourist Information Centre ini.

 

PLACE TO EXPLORE

1. Kruiskade

Adalah sebuah shopping street dengan beragam toko, restoran dan clubs. Diantaranya adalah Oger, Akkerman, Cartier jewellry house, dan toko sepatu Shoebaloo. Jika anda ingin mencoba suasana malam silahkan ke Off_Corso, Dado ataupun Thalia Lounge.

2. Schouwburgplein

Tempat ini adalah Pathe nya Rotterdam alias bioskop. Dibangun sebagai pusat hiburan khusus untuk menonton film-film populer Hollywood. Selain itu, tepat di seberang Schouwburgplein terdapat Rotterdam Schouwburg sebagai gedung teater. Di sini kita dapat menyaksikan pertunjukan balet klasik hingga teater multimedia.

3. Lijnbaan

Lijnbaan adalah shopping street centre terpadat di Rotterdam. Kita dapat menemukan beraneka ragam toko-toko terkenal di sini. Konon katanya, Lijnbaan adalah pedestrian shopping area pertama di Eropa. Dibangun oleh J,H. van den Broek dan J.B. Bakema pada tahun 1953. Di sini kita dapat menemukan toko Diesel, Vero Moda, Mango dan Invito.

4. Stadhuisplein

 

Adalah area trotoar luas dengan restoran dan bar di sekelilingnya. Tempat ini merupakan spot bersantai bagi para turis maupun warga Rotterdam. Terdapat sebuah monumen Voor de gevallenen. Monumen ini berupa patung yang berada di tengah area, yang terdiri dari dua laki-laki, seorang perempuan, dan seorang anak. Hal ini merepresentasikan masa lalu, masa sekarang, dan masa depan (Walau saya masih nggak ngerti kenapa masa lalu simbolnya laki-laki, sedangkan masa sekarang simbolnya perempuan?!?). Patung ini didedikasikan untuk warga Rotterdam yang mengorbankan diri demi kemerdekaan negara selama perang dunia kedua.

5. City Hall

 

Dibangun oleh Henri Evers tahun 1912 hingga tahun 1920. Bangunan ini memiliki desain yang simetris dengan pintu masuk tepat di tengah-tengah.

6. WTC/Beurs

 

Adalah Bursa Efek Dunia yang dibangun sejak 1925 oleh J.F. Staal dan direstorasi kembali oleh R.B van Erk dan A.H. Verbeek di tahun 1986.

7. Cube Houses

 

 

Dibangun oleh Piet Blom 1978-1984 sebagai jembatan unik untuk menghubungkan area sibuk Blaak Station dengan Oude Harbour (Pelabuhan tua). Rumah kubus yang bentuknya asimetris ini juga dikenal sebagai Blaakse Bos. Menarik dan apik sebagai objek fotography!

8. Oude Haven (Old Harbour)

  

Pelabuhan tua ini mempunyai tautan sejarah yang panjang dengan kota Rotterdam di masa lalu. Pusat perdagangan Belanda di masa itu menggunakan pelabuhan ini sebagai akses keluar masuk dengan hubungan antar negara lain.

9. Verwoeste Stad (Devastated City)

Adalah patung dari perunggu untuk memperingati perang. Karya seni ini dibuat pada tahun 1951 . Dalam patung ini terdapat lubang di tubuh yang menyimbolkan bagaimana Rotterdam telah dicabik-cabik hingga ke jantung hati oleh Jerman. Upss…

10. Maritimme Museum

 

11. Erasmusbrug (Jembatan Erasmus)

12. Willemsbrug (Jembatan Willems)

Belanda 1, Delft : Si Biru dari Delft

   
Delft adalah kota mungil yang sangat menarik di Belanda. Pernahkah ketika di Indonesia kita melihat suvenir keramik warna biru dari Belanda? Yup, itu adalah produk khas kota Delft. Makanya Delft sangat terkenal dengan julukan “Delfts Blauw“, seni yang berupa hand painting art di atas benda-benda keramik. Objek yang digunakan adalah berupa vas, gelas maupun piring dengan mayoritas menggunakan warna biru. Seni ini sebenarnya sudah menyebar di Belanda selatan hingga ke Belanda timur sejak tahun 1560. Namun produk dengan kualitas paling bagus pada masa itu adalah yang di produksi di Delft. Bahkan hingga saat ini branded tersebut tetap melekat erat pada kota Delft, “De Delfts Blauw“. Selain berbelanja suvenir khas, masih banyak lagi yang dapat kita explore dari kota cantik ini. Laten wij gaan! Kom!
*HOW TO GET THERE
Delft terletak antara kota Den Haag dan kota Rotterdam. Maka informasi rute yang akan saya sampaikan adalah dari kedua kota tersebut.
* Den Haag-Delft:
1. Dari Central Station Den Haag naik trem no. 1 jurusan Delft Tanthoft. Turun di halte Prinsenhoff. Berjalan kaki sekitar 5 menit menuju Prinsenhoff dan pusat kota Delft. (Tiket trem 2.50 Euro)
2. -Dari Central Station Den Haag naik trem no.16 jurusan Wateringen, turun di halte Hoge Veld. (Trem 2.50 Euro)
    -Dari Hoge Veld naik bus no. 37 ke arah Delft, turun di pemberhentian terakhir: Station Delft. (Bus 2.50 Euro)
   -Jika anda malas berjalan kaki dari station Delft ke pusat kota, silahkan naik bus no.81 jurusan IKEA dan turun di Grote Markt Delft. Pada Halte pemberhentian ke-tiga maka anda sudah sampai di pusat kota Delft. ( Bus 2.50 Euro).
Tips 1:
Jika kita ingin lebih hemat dalam perjalanan maka belilah OV Chipkaart sebagai kartu sakti yang bisa digunakan untuk seluruh transportasi darat di Belanda (trem, bus, metro, kereta). Jika kita punya OV Chipkaart, harga tiap perjalanan akan dihitung pada berapa kilometer yang kita tempuh. Dan biasanya, di bawah 2,50 Euro (April 2012). Pembahasan tentang macam-macam transportasi dan OV chipkaart akan saya buatkan tulisan khusus.
Tips 2: Jangan takut berjalan kaki! Aseli, nggak akan kerasa capek karena udara di Belanda sangat dingin (saat ini sedang spring, suhu udara rata-rata 8 derajat celcius di siang hari) dan justru lebih baik kita menghangatkan tubuh dengan bergerak lebih aktif! ;)* Rotterdam-Delft-Den Haag (atau sebaliknya)
Jika kita tidak punya banyak waktu, kita bisa menyingkat perjalanan mengunjungi tiga kota ini dalam satu hari menggunakan kereta api. Kita tinggal membeli tiket kereta dari Den Haag ke Rotterdam (ataupun sebaliknya). Rute ini akan melewati kota Delft, yang tentunya sayang jika kita lewatkan. Untuk dapat diketahui, tiket kereta di Belanda berlaku untuk seharian penuh dan yang kita beli adalah rute, bukan waktu/jam keberangkatan. Jadi misal, kita beli rute Den Haag-Rotterdam, kita boleh turun di Delft dan main-main 3 jam. Lalu berangkat lagi dari Delft -Rotterdam tanpa harus membeli tiket lagi. Karena memang aturannya, kita membeli rute dan tidak tergantung waktu kapan kita menggunakannya asal masih dalam satu hari.
 
Hal ini saya alami. Waktu itu saya membeli tiket kereta dari Rotterdam-Den Haag Central Station, sedangkan dua teman saya yang ingin pulang ke Delft membeli tiket Rotterdam-Delft. Setelah berada di dalam kereta, si teman membujuk saya mampir ke Delft untuk minum chocomelk dan appel taat. Saya berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri dari godaan chocomelk dan appel taat tersebut dengan berdalih pada teman kalau saya sudah terlanjur membeli tiket Rotterdam-Den Haag, jadi thoh saya nggak mau rugi kalau harus kehilangan beberapa Euro lagi untuk beli tiket lagi Delft-Den Haag. Kontan, teman saya yang sudah berpuluh tahun tinggal di Belanda itu langsung ketawa, dan mulai menjelaskan aturan main pembelian tiket ‘rute’ kereta di Belanda yang tidak bergantung pada waktu keberangkatan asalkan masih dalam satu hari. Oh ya, berhubung teman saya ada yang pegang korting kaart kereta api maka dua teman seperjalanannya pun ikut kecipratan jatah korting 40%. Harga tiket Rotterdam-DH pun jadi 3,50 Euro setelah korting 40%. Sedangkan Rotterdam-Delft jadi 2,70 setelah korting 40%. ( Harga tiket pada April 2012).
*PLACE TO EXPLORE:
1. City Centre
 
2. Gereja
Di gereja ini tempat jasad Hugo de Groot dimakamkan. Selain itu juga ada beberapa makan tokoh ternama di masa lalu.
3. Museum Prince Willems Van Oranje
4. Museum Nusantara
5. Grote Markt
6. Street Market
Setiap hari kamis dan sabtu akan ada street market di hall Grote Markt, Delft. Beraneka pedagang tumpah ruah, silahkan di absen. Mulai dari penjual bunga segar, penjual baju, penjual sepatu, hingga kedai penjual ikan haring dan ikan panggang. Haring adalah jenis ikan yang menjadi makanan khas. Orang belanda biasanya memakan nya mentah-mentah saja. Waktu itu saya pun iseng mencoba roti+ikan haring+bombay. Rasanya? Kalau anda menyukai sushi, mungkin anda akan menyukai ikan haring juga! Tapi kalau saya disuruh makan lagi, saya lebih pilih ikan panggang aja deh! ;)) But it is Okay to try Haring for me.. for once in my life time! 😉 ( Harga ikan Haring+roti, 2 Euro).
7. Party
* MAKANAN
-Restoran Turky
Kapsalon lamb/Kip. Terdiri dari lambs alias daging kambing atau kip alias ayam dan patat (kentang goreng) lalu di taburin keju dan mayones di atasnya. Hmmm…sedaaap! Harga porsi kecil 3 Euro, porsi besar 6 Euro. Buat saya, porsi kecil saja udah super kenyaaang!
-Chocomelk + Appel taat
 
 
Banyak kedai kopi di Delft karena kota ini adalah kota pariwisata. Terutama ketika musim semi dan musim panas, kedai-kedai ini akan membuka teras outdoor untuk pengunjung agar bisa menikmati sinar matahari sambil minum kopi, coklat maupun bir. Tapi yang pualing saya suka adalah kedai Kobus Kuch di Grote markt belakang gereja. Appletaat dan chocomelk nya mantabh! Harga total: 6 Euro.
*SHOPPING & SUVENIR