Teh dari Seluruh Penjuru Dunia

DSC01593

Desa Kemuning, Jawa Tengah

Saya selalu menyukai teh. Apalagi di daerah dimana saya berasal, teh adalah teman terbaik ketika petang menjelang. Teh yang baik harus diramu mengikuti rumus “Ginthelnas” yaitu “leGI-keNTHEL-paNAS” dalam bahasa jawa yang artinya manis, kental dan panas. Maka saya pun menjadi sangat familiar dengan aroma wangi teh yang dicampur dengan bunga melati. Selain itu, saya juga tumbuh di daerah yang relatif dekat dengan perkebunan teh. Hanya sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil, maka saya tiba di Kemuning. Desa yang masih asri degan udara yang sangat sejuk dan tentunya wangi daun teh dari perkebunan. Pas saya pulang ke kampung halaman saya di Solo, tak lupa saya ajak si Kangmas menikmati tegukan teh kemuning sambil memanjakan mata melihat indahnya kebun teh Indonesia. Sungguh suatu perasaan yang sangat sejuk dan damai menikamati teh di kebunya.

Teh Jawa

Teh Jawa

Ketika saya pindah ke Eropa, saya mendapati aneka macam teh. Dulu dikepala saya yang namanya teh itu ya yang diambil dari puncuk tanaman teh. Ternyata, segala macam herbs yanag dihangatkan dan diambil kuahnya untuk diminum, disini disebut teh juga. Bahkan “wedhang jahe” pun disini dipanggil Gingger tea ;D

Camomile Tea

Camomile Tea

Saya pun mulai mencoba aneka macam teh yang menurut saya unik-unik ini. Teh yang pertama akrab di lidah saya adalah Camomile Tea. Teh ini termasuk salah satu favorit saya. Pada dasarnya ini adalah bunga Camomile yang dikeringkan lalu disedu dengan air panas. Maka jadilah Camomile tea yang wangi dan lezat. Orang eropa juga percaya bahwa Camomile tea bagus untung perut kembung dan susah tidur. Meminum Camomile tea sebelemum tibur konon katanya akan membuat tidur kita enjadi nyenyak.

10885395_10204294667019364_3035356848495738731_n (1)

Camomile Tea

Teh kedua favorit saya adalah Russian earl grey atau biasa disebut juga Lady grey tea. Teh ini terdiri dari teh hitam dicampur bergamot, kulit lemon dan mahkota cornflower warna biru. Bergamot adalah sejenis jeruk nipis yang biasa tumbuh di Eropa. Saya langsung jatuh cinta pada seduan pertama Russian earl grey ❤

10805763_10204294666659355_1236462379241569145_n

Teh Maroko

Teh ketiga yang membuat jatuh cinta adalah mint tea asal Maroko. Bermula dari liburan kami ke Maroko di penghujung tahun 2014 ini, membuat lidah saya jatuh cinta pada teh Maroko dan tak lupa membeli teh ini untuk diangkut pulang ke Belanda. Saya pun juga menanyakan langsung pada Riad caretaker lady untuk mengajari saya gimana caranya membuat teh Maroko yang benar 🙂 10384810_10204240199777717_2788677801556262823_nJadi pada dasarnya teh ini terdiri dari buliran teh hitam khas Maroko dicampur dengan remasan daun mint segar lalu disedu dengan air panas. Tak sampai disitu saja, teh lalu dipanaskan lagi diatas api sampai air benar-benar mendidih lalu masukan gula kubus secukupnya ke dalam poci. Jangan menggunakan sendok untuk mengaduk teh di dalam poci melainkain “tuang ke gelas – masukan lagi ke poci lalu tuang ke gelas lagi” begitu terus menerus sampai gula dirasa sudah tercampur merata dengan teh. Lalu sajikan dengan gaya tuang poci khas Maroko yang harus tinggi dari atas gelas 😉

Selain teh yang saya suka, ada juga beberapa teh yang tidak saya suka. Diantaranya adalah British earl grey dan Rose tea. British earl grey pada dasarnya semacam teh hitam biasa yang rasanya nggak ada apa-apanya dibanding teh khas bumi nusantara kita yang wangi dan manthab! Lalu rose tea adalah teh dari seduhan bunga mawar kering yang bagi saya rasanya seperti minum air bunga kuburan.. hihihihi
Dan petualangan saya pada teh masih akan terus berlanjut 🙂

10393179_10204337651013937_5071195918635176440_n

Daun mint segar & teh Maroko

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: