Italia 9: Pisa dan Lucca

Pagi yang cerah, kita berangkat dari Fosdinovo menuju Pisa dan Lucca. Jarak Fosdinovo menuju Pisa mungkin sekitar satu setengah jam, sedangkan dari Pisa menuju Lucca dapat ditempuh selama 30 menit saja. Arah yang kita pilih adalah yang melewati Carrara Marble Mountain. Persis seperti namanya dong, gunung ini adalah penghasil batu marmernya negara Italia. Dari gunung marmer inilah bangunan-bangunan megah Italia dibangun, dari Duomo indah di seantero negeri, pilar-pilar istana, patung-patung artistik sampe jalanan yang dibuat dari marmer kasar kemungkinan besar diangkut dari batuan di gunung ini. Yang bikin herannya itu, kok bisa ya si marmer masih aja tersedia di gunung ini padahal sudah ribuan tahun diambil, tepatnya sejak jaman romawi kuno. Jadi bisa kita bayangkan betapa besarnya gunung marmer ini aselinya di jaman itu ketika belum diambil batunya buat jadi Duomo, kastil, patung dan semua bangunan marmer Italia.

 

Puas terpukau menikmati keindahan gunung marmer, kita pun melanjutkan perjalanan menuju Pisa. Sayangnya pemandangan Toscany yang indah, aku lewatkan begitu saja karena rasa kantuk yang teramat dalam. Aku pun pulas bobo di samping pak kusir yang sedang bekerja mengendarai kuda supaya baik jalannya.. hey! ;p

Bangun-bangun, si kangmas udah parkir mobil dan si menara condong itu udah ngintip di balik pepohonan! Waduh aku senangnya bukan maen.. Kita pun jalan tak sampai lima menit menuju menara condong yang terkenal tersebut. Kesan pertama nyampai di Pisa? Turisnya booo uju busyet! Kayaknya turis yang ada di Roma pada menyerbu ke Pisa juga di hari ini! ckckck… Tapi ngga apa-apa, hal itu tetep ngga mengurangi kegembiraan hati kita menatap langsung menara condong ini yang sebenarnya tak lebih dari kesalahan  konstruksi. Kesalahan konstruksi? Yup betul. Sedari awalnya menara ini direncanakan untuk berdiri tegak biasa saja. Namun ketika pendiriannya terdapat kesalahan konstruksi sehingga ia pun menjadi condong alias miring. Yang justru hal tersebutlah membuat Duomo beserta menara ini punya daya tarik tersendiri dan terkenal di dunia. Bahan bangunan penyusun bangunan ini jangan ditanya lagi. Tentunya marmer yang diangkut dari Cararra Marble Mountain. Dindingnya aseli marmer semua. Makanya kita bisa lihat warna putih yang cerah mencolok dari dinding ini.

  

Nggak banyak yang bisa dilihat di Pisa. Karena selain Duomo dan menara condong, tidak banyak objek menarik yang bisa dilihat di pusat kota ini. Bahkan beberapa teman yang pernah maen ke Italia menyarankan kalo mau cari penginapan mending ke Firenze yang juga dekat dengan Pisa. Selesai berkeliling, berfoto dan duduk sejenak menikmati suasana, kita pun pergi menuju Lucca.

LUCCA

Kota ini terkenal dengan bentuk lingkaran pada pusat kota tua nya. Menemukan pusat kota tua yang berbentuk lingkaran ini merupakan tantangan tersendiri. Pasalnya, jalanan kecil menyerupai labirin akan terlihat mirip satu sama lain yang kemudian bisa mengaburkan pikiran nalar kita. Awalnya aku pun sangat terpesona dengan desain kota Lucca yang unik ini. Aku berpikir betapa jeniusnya penggagas tata kota ini. Bila ada musuh datang menyerang mungkin mereka akan bingung menuju pusat kotanya. Ternyata eh ternyata ada rahasia dibalik pembangunan tata kota lingkaran ini. Aku bocorin enggak ya enaknya? ;p

 

 

    

Rahasinya adalah rumah-rumah yang dibangun di daerah ini berdiri di atas Amphi Teathre Romawi kuno. Yep, bangunan semacam Coloseo di Roma. Inilah yang jadi hal menarik di Italia. Situs purbakala yang seharusnya menjadi sejarah bangsa, ditumpuk bangunan begitu saja karena jaman telah berubah dan manusia butuh tempat tinggal. Suatu dilema yang sangat miris seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi di berbagai tempat lain di Italia terutama di kota Roma. Manusia di jaman ini membuat bangunan baru diatas peninggalan sejarah bangunan Romawi kuno. Terkadang bila ada orang bikin pondasi mau bikin rumah, mereka juga nemuin situs sejarah. Tapi thoh mereka cuek saja dan tetap terus membangun bangunan 🙂 Tapi ya mau disalahin gimana lagi, thoh kalau kita pikir keseluruhan kota Roma itu peninggalan peradaban Romawi. Alias di bawah tanah setiap jengkal kota Roma terdapat situs sejarah peninggalan Romawi kuno. Bahkan jalan raya di samping Coloseo dan Forum Romana juga terpaksa dibangun di atas situs sejarah. Kembali ke pusat kota Lucca, kita masih bisa melihat batu-batu jaman Romawi kuno yang masih kokoh menempel di pondasi perumahan. Jadi bginilah bila Amphi teather yang melingkar itu di jadiin pondasiperumahan. Hasilnya adalah kota Lucca! Tapi jangan sampai ya kita bangun rumah di atas candi borobudur atau candi prambanan! 😉

Kita pun menikmati keriangan di pusat kota Lucca yang bulat ini dengan sepiring risoto seafoods dan pasta Italia yang lezat. Serta tak lupa tiga scoop gelato sebagai desert tentunya! Sekitar pukul 12 malam, kita pulang menuju Kastil Fosdinovo. Masih 2 jam perjalanan menanti kita sebelum bisa tidur lelap di kasur empuk.

City centre Lucca.

Source: google

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

2 Komentar

  1. Ariyudi pasha

     /  Oktober 14, 2016

    Saya ingin dapat informasi mengenai pertambangan marmer di itali

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: