Praha 4 (End) – “Kastil Bohemian”

Perjalanan sabtu pagi kami lanjutkan ke situs sejarah pusat negeri Bohemian, Praha kastil. Jika mengunjungi kota kuno Eropa, biasanya saya  menemukan bangunan tempat tinggal penguasa kota, letaknya di pusat kota tua juga. Namun hal seperti ini tidak saya temukan di Praha. Keluarga kerajaan memilih membangun istana (kastil) tidak terlalu dekat dengan pusat kota tua. Bila anda nekat ingin berjalan kaki dari pusat kota tua ke kastil Praha, mungkin anda akan membutuhkan waktu sekitar 45 menit lebih.

Kastil Praha dipercaya sebagai kastil terbesar di Eropa. Ternyata hal ini bukanlah isapan jempol belaka. Diperlukan waktu satu harian penuh jika kita benar-benar ingin menelusuri Kastil secara keseluruhan. Ada berbagai bangunan di dalam kastil yang membutuhkan perhatian tersendiri untuk dikunjungi. Mulai dari halaman depan yang dijaga oleh pasukan militer yang tidak akan bergerak walau kita ganggu. Jika kita datang sebelum pukul 12 siang, kita dapat memilih tempat terdepan untuk menikmati upacara pergantian penjaga tepat pada pukul 12 siang. Sesudah melewati pintu gerbang yang di jaga dua pria gagah ini, kita akan melewati Matthias Gate. Ciri dari Matthias Gate adalah diapit dua bendera kebangsaan Republik Cheko. Gerbang ini dibangun sebagai triumphal arch oleh Emperor Matthias II pada tahun 1614.

Memasuki second yard kita akan menemukan fountain dengan arsitektur Baroque lengkap dengn sumur yang pada masa sekarang sudah tidak digunakan lagi. Second yard ini dikelilingi oleh bangunan dengan berbagai macam gaya yang berasal dari periode berbeda serta memiliki tujuan yang berbeda. sehingga pada abad 18, lokasi ini dianggap sebagai simbol harmoni dan aspek pemersatu bangsa.

 Halaman selanjutnya yang akan kita masuki adalah third yard. Lokasi ini merupakan jantung  pusat Kastil Praha. Terdiri dari lahan yang sangat luas dan terdapat bangunan-bangunan penting mengelilinginya. Bangunan pertama yang menakjubkan mata kita adalah Katedral St. Vitus yang sangat besar.Pada tahun 925 Katedral ini merupakan pusat spiritualitas seluruh negri. Pembangunan Katedral ini juga memakan waktu berabad-abad. Mulai pada tahun 1344, Charles IV memerintahkan perluasan Katedral dengan arsitektur Ghotic. Dan yang lebih mencengangkan lagi adalah Katedral Ghotic baru benar-benar dapat diselesaikan pada tahun 1929 yang tentunya melewati perbedaan masa dan seniman penggarapnya. Keindahan Katedral ini terletak bukan hanya pada bangunan Ghotic nya yang rumit namun juga interior di dalam nya sangat menarik. Lukisan dinding yang rumit serta lukisan kaca dapat kita temukan di dalam Katedral ini. Infin masuk ke dalam nya? Eits tunggu dulu. Beli tiket dulu ya di turis center di depan court yard. Hal itulah yang lupa kami lakukan. Sebenarnya bukan nya lupa, kami hanya tidak menyangka bahwa kami harus membayar (beli tiket) untuk masuk ke suatu tempat ibadah. Lagi pula kami tidak melihat adanya petugas pmeriksa tiket di depan pintu masuk Katedral. Udah ikut antrian panjang-panjang, eeh… ternyata di mintain tiket pas di dalam. ;D

Selanjutnya kami pun ngacir ke kantor pusat turis untuk membeli tiket paketan yang mengijinkan kami untuk memasuki Royal Palace, Katedral, St George Monastary & Basilica, serta museum armoor di Golden Lane. Dengan berat hati, kami memutuskan untuk melompati Katedral karena kami tidak mau lagi mengantri dari awal yang tentunya akan membuang waktu kami untuk mengeksplore tempat yang lain. Perjalanan pun kami lanjutkan menuju Royal Palace.

Sayangnya, hanya sebagian kecil dari ruangan di Royal Palace yang boleh dikunjungi oleh pengunjung. Lagipula adanya maintenance building cukup mengganggu pemandangan kami menikmati Royal Palace. Namun menurut pendapat pribadi saya, isi bangunan ini tidak semegah yang saya harapkan. Bahkan isi Katedral terasa lebih megah daripada Royal Palace. Walau bagaimana pun juga, menginjakkan kaki di suatu tempat yang pernah menjadi pusat kekuasaan negri Bohemia tentunya menjadi momen spesial tersendiri bagi saya.

Kami pun menuju ke St. George Monastery & Basilica. Dapat kita pahami bahwa pada masa bangunan ini di didirikan, agama menjadi hal yang sangat utama di Eropa. Adanya bangunan ini adalah sebagai pusat pendidikan bagi remaja putri berdarah bangsawan untuk menimba ilmu yang pada waktu itu sangat lekat kaitannya dengan moral dan keagamaan.

 

Setelah puas beristirahat sejenak di kursi jemaat di dalam Basilica, kami pun berjalan menuju area belakang Kastil.  Di area ini dapat kita temukan Golden Lane di mana potret cotage rumah kecil pada masa kerajaan Bohemia masih berdiri hingga saat ini. Beberapa rumah yang kami masuki diantaranya adalah tempat tinggal seorang perempuan paranormal pada jaman pertengahan, serta rumah sederhana penjaga gerbang kerajaan. Di golden lane ini pulalah kami temukan tanggamenuju museum tempat penyimpanan baju perang ksatria Bohemia. Penataan museum sangat menarik dengan hanya memanfaatkan lahan yang sempit. Namun jangan tanya tentang kondisi baju perang karena memang di rawat dalam kondisi yang sangat baik dan menarik untuk dipamerkan.

 

Rute perjalanan ternyata sudah diarahkan ke pintu keluar belakang setelah kami selesai menikmati musium sempit namun menarik itu. Hari itu sudah sore sekitar pukul 7 dan kastil sudah akan diutup. Padahal kita belum sempat menikmati taman istana yang indah. Maka kita pun memutuskan untuk menyusuri taman sembari menuju pintu depan kerajaan. keputusan ini ternyata sangat tidak mengecewakan. Selain dapat menikmati taman sejenak, kita  juga dapat menikmati pemandangan indahnya kota Praha dari dataran tinggi di mana kastil ini di bangun.

Kami kemudian segera menyusuri tangga keluar dan berharap dapat mengejar sunset di Jembatan Romantis buatan Raja  Charles IV. Letaknya memang tidak seberapa jauh dari Kastil. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit jalan kaki dari kastil menuju jembatan ini. Ikon terkenal kota Praha ini dibangun oleh raja charles pada abad 14 diatas sungai Vlatva. Tentunya untuk menghubungkan Kastil Praha dengan Old city. Arsitektur gaya ghotic tetap kental menghiasi jembatan ini. Terdapat sekitar 30 buah patung di kanan dan kiri jembatan sebagai simbol penghormatan kepada orang-orang suci dan penting di jaman tersebut. Jangan melewatkan satu patung yang paling menarik di jembatan ini, patung Saint John of Nepomuk. Saint John adalah santa yang paling dicintai di negeri Bohemia. namun raja Wenceslas tidak menghendakinya dan memnjarakan santa john serta menenggelamkan santa ini ke dalam sungai Vlatva dari jembatan Charles. Beberapa puluh tahun kemudian, lokasi dimana santa John ditenggelamkan kemudian dibangun patung perunggu sebagai penghormatan kepadanya. Selanjutnya adalah patung Saint Ludmilla. Ludmilla adalah seorang perempuan suci yang menyebarkan agama kristen di penejuru negeri Bohemia. Dia dituduh berkhianat akan mencuri tahta kerajaan oleh Drahomira. Sebagai hukumannya, Ludmilla kemudian dicekik hingga tewas pada tahun 921. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah patung St. John the Baptis yang dipercaya sebagai putra Zakaria yang membaptis Jesus dan menyebutnya sebagai “Lamb of God”.

Malam terakhir di kota Praha ini kami tutup dengan mengunjungi Old City Praha dan menikmati makan malam lezat di sana dengan resep lokal Republik Cheko. Sedih sekali mendapati fakta bahwa esok pagi kami harus terbang kembali ke Belanda meninggalkan negeri Bohemia yang selalu membekaskan rindu di hati.

Sebagai oleh-oleh, saya cuplikan percakapan menarik antara saya dengan pria Cheko kasir penjaga toko suvenir:

Kasir: Are you come from India?

Me: No! I come from INDONESIA! *cemberut* *jauh2 ke Praha masih jg dikira org India!*

kasir: *ngebungkus suvenir, nyerahin nota, sambil bilang: TERIMA KASIH

Me: Woww! You can speak Bahasa? Wonderful! Praha is a wonderful city! *surprize+shock+ketawa lagi*

Schat: *nggak mau kalah ama si pria Cheko* Sama-sama..

Kasir: Wowwww! you can speak Bahasa too?? *Kaget banget*

Schat: *ngakak-ngakak penuh kemenangan*
Note: sepertinya orang Indonesia adalah favorit para pedagang suvenir di seantero bumi.. Yah kita taulah.. tukang borong suvenir! Hihihi..

(The End)

Related story:

1. Menapaki Jejak Negeri Bohemian

2. Praha City Tour- Part 1

3. Praha City Tour – Part 2

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: