Italia 2: Roma (I)

Yeahhh! It is the day!! Our summer romantic vacation in the romantic country, Italia ‚̧

Kami merencanakan liburan selama 9 hari dan akan mengunjungi berbagai kota di Italia. Diantaranya Roma, Perugia, Siena, Firenze, Fosdinovo Tuscany, Pissa, Lucca, Cararra Mountain, Via Regio, Cinque Terre, Genoa dan berakhir di Milan. Ups.. cukup panjang ya daftar nya ūüôā Ayank berencana untuk menyewa mobil dari Roma, sehingga kami bisa road trip dari Roma menuju Genoa dengan mengunjungi kota-kota yang telah saya sebutkan di atas.

Hari itu jumat 3 Agustus 2012 siang, pesawat kami berangkat dari Amsterdam. Berhubung kami tinggal di Den Haag maka kami pun harus menyiapkan ekstra waktu naek kereta Den Haag-Schipol. Beruntungnya, sistem transportasi di negeri kincir ini tidaklah rumit. Terdapat stasiun kereta di bandara Schipol yang dapat diakses oleh kereta dari Stasiun manapun. Jadwal keberangkatan kereta lengkap beserta rutenya pun dapat kita lihat di internet (Netherlands Spoorwagen). Perjalanan kereta Den Haag-Schipol memakan waktu 45 menit. Sekitar pukul 15.00, kami sudah sampai di bandara Schipol, Amsterdam.

O ya, kali ini kami memilih maskapai KLM Royal Dutch sebagai transportasi udara kami, dengan rute Schipol,Amsterdam —¬† Leonardo da Vinci Fiumicino,Roma dan Linate International Airport,Milan — Schipol,Amsterdam. Kenapa KLM? tentunya masih pada inget dong di cerita Praha 2 rupanya si Ayank kapok naik budget airlines gara-gara kaki nya kepenthok kursi di depan nya.. hihihih ;D Dengan KLM Royal Dutch ini setidaknya kaki si Ayank bisa sedikit lebih nyaman karena ada space di depan nya. Dalam penerbangan ini, kami dua kali ditawarin minum dan satu kali snack. Pertama, pramugari menawarkan Apple juice, Orange juice, Cola, Bir, Wine, Air putih, dengan snack berupa roti dan beberapa permen. Lalu kedua, pramugari akan menawarkan teh atau kopi atau air putih. Penawaran minuman dan snack ini sudah satu paket dengan harga¬†tiket kita jadi tidak perlu mengeluarkan uang ekstra lagi.

KLM Royal Dutch kebanggaan rakyat negeri Belanda ini adalah maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi hingga saat ini. Kebanggaan orang Belanda? Yups, sepanjang perjalanan saya telah diceramahi si Meneer gara-gara komentar: “Kamu kok kayaknya bangga banget ya ama KLM?”;D

    

KLM juga memudahkan customer nya untuk chek in secara on line melalui koneksi internet masing-masing. Jadi kita ngga perlu repot-repot lagi ngantri di check in desk yang mengaruskan kita berada di bandara minimal 1 jam sebelum waktu boarding. Dengan chek in on line, penumpang cukup harus ada di tempat ketika pintu gate di buka. Bila kita punya koper/barang-barang yang harus di masukkan bagasi, kita tinggal ngantri di alat pengedropan bagasi. Alat ini secara otomatis akan memindai barang kita dan kita cukup menerima resi apabila terjadi lost bagage. Tidak ada lagi servis manusia, semuanya dimesinkan.. ckckck…

Urusan koper beres, logam detector juga beres. Sekarang saatnya duduk leyeh-leyeh selama 1 jam perjalanan menuju Italia. Sembari sebentar-sebentar motret awan dan pegunungan Alpen di bawah kami, bagus sekali!! ūüôā

Sekitar pukul 19.00 kami mendarat di Roma Leonardo da Vinci Fiumicino Airport. Bandara ini sangat penuh sesak jadi kesan nya seolah sempit. Waktu itu pas summer pula.. rasanya mirip sekali seperti lagi berjejalan di pasar Tanah Abang jakarta ;D

Kedatangan kami di Roma disambut dengan ketidakramahan warga Roma. Hal inilah yang kemudian membekas di kepala kami ketika bertemu orang-orang Roma lain pada perjalanan kami selanjutnya yang ternyata tidak jauh lebih baik ;D

Waktu itu kami mampir ke Tourist Information di dalam bandara Fiumicino. Si ayank berencana membeli kartu Roma Pass yang konon katanya akan memberikan akses bus & metro gratis selama 3 hari, plus gratis 2 kali masuk museum di Roma dan diskon 20% sampai 50% untuk beberapa museum yang telah disebutkan di buku panduan. Harga Roma Pass ini 30 Euro, karena kami berdua maka harus beli 2, dengan harga 60 Euro. Sedangkan saya waktu itu menyarankan untuk membeli paket tiket transportasi 3 hari seharga 11 Euro saja yang juga mendapatkan fasilitas gratis menaiki bus & metro. Maka total harga berdua cuma 22 Euro. Tapi dasar si Kangmas dan saya sama-sama ngeyel, maka kami butuh beberapa waktu untuk berdiskusi dan berargumen. Si ayank berargumen bahwa tiket masuk Colloseo+Palatino Hill+Forum Romana sekitar 15 Euro. Tiket masuk Museum Vatikan saja juga 15 Euro. Jadi, 2 museum sudah 30 Euro, jika kita beli 3 day transportation pass yang 11 Euro maka total kami akan mengeluarka 41 Euro/orang. Sedangkan Roma pass cuma 30 Euro per orang plus gratis 2 kali entrance museum. 

Eh.. si mba-mba kasirnya dengan tidak sopan, menginterupsi kami dengan muka kesal bilang kalo mereka mau tutup. Ya, saya bisa pahami kalau mereka mau tutup. Tapi apa ya sebagai Customer Service yang bekerja melayani & memberikan informasi kepada turis (dan pastinya tidak sedikit turis yang bingung), mereka tidak pernah di training bagaimana menjadi CS itu sendiri? Dengan diskusi yang tidak terselesaikan akhirnya kami memutuskan untuk membeli 2 Roma Pass seharga 60 Euro itu. Dan si mba-mba itu tetap saja melayani kami dengan cranky dan memberikan informasi secara ketus serta tidak banyak memberikan solusi tentang wisata di Roma!

Setelah keluar dari kantor itu dan membaca petunjuk Roma Pass, si ayank lebih marah lagi! Ternyata 3 hari yang dimaksudkan di kartu itu bukan 24 jam x 3, melainkan hari di mana kartu itu di aktivasi sampai pukul 00.00 dianggap sebagai hari pertama. Jadi, misal hari itu juga pukul 20.00 kami melakukan aktivasi maka masa 1 hari kartu itu habis pada pukul 00.00 di hari yang sama. Belum lagi ternyata, entrance Colloseo dan Forum Romana+Palatino Hill di anggap terpisah oleh kartu Roma Pass.  Jadi jika kami masuk ke Colloseo maka dianggap memasuki museum pertama gratis. Lalu jika setelah itu masuk ke Forum Romana+Palatina Hill maka dianggap memasuki museum kedua gratis. Bisa dibilang, 15 euro paket colloseo+Palatina Hill+Forum Romana ditambah 11 euro tiket paket transportasi 3 hari terpisah, lebih untung daripada Roma Pass (26 euro vs 30 euro). O ya satu lagi, Vatikan tidak termasuk Roma, sehingga entrance museum Vatican tidak ada di Roma Pass. Apa mau dikata..

Selanjutnya kami berdiskusi tentang transportasi apa yang sebaiknya kami ambil dari bandara Fiumicino menuju stasiun Termini.  Ternyata ada banyak bus khusus yang melayani trayek Fiumicino-Termini dengan harga 5 euro/orang. Lalu kemudian dari Termini kami mau tak mau mulai mengaktivasi Roma Pass dengan naek metro line B menuju Castro Pretoria, metro stop terdekat dari hotel kami.

Yang menarik, selama perjalanan menggunakan bus Fiumicino-Termini, trayek bus ini melewati Colloseo Roma. Kami pun beserta seluruh penumpang bus yang tentunya mayoritas turis baru mendarat di Roma, takjub menganga menyaksikan Colloseo di malam hari hanya beberapa jengkal dari kaca bus kami. ūüôā

Setibanya di Stasiun Termini, kami meneruskan perjalanan dengan metro menuju Castro Pretoria, pemberhentian terdekat dari hotel yang telah kami booking. Hotel ini walau sangat basic namun lumayan untuk menginap selama tiga malam di Roma. Dengan fasilitas, AC, TV, shower room, breakfast. Catatan yang sangat penting, AC di kamar hotel adalah hal yang akan membuat anda sangat bersyukur selama menghadapi musim panas di Italia. Bisa anda bayangkan bahwa suhu selama summer disini mencapai 40 derajat celcius setiap harinya.  

Setelah Check in di hotel dan meletakkan barang-barang bawaan, kami pun memutuskan untuk pergi ke Piazza de Navona. Berdasarkan saran dari teman yang pernah pergi ke Italia, Piazza ini sangat menarik dan romantis untuk menghabiskan waktu sore bersama pasangan.

 

 

Pernah baca buku Dan Brown ataukah anda penggemar karya-karya Dan Brown? Maka Piaza Navona adalah tempat yang wajib anda kunjungi!  Air mancur ini adalah karya artist terkenal Italia, Giovanni Lorenzo Bernini yang sangat merepresentasikan arsitektur Baroque yang cukup kental mendominasi era tersebut.  Dalam novel Angel and Demond, Brown menyebut tempat ini sebagai Fontana dei Quattro Fiumi atau fontain of four river sebagai altar of science yang mewakili sungai empat benua: Danube Eropa, Gangga Asia, Rio de la Plata Amerika dan Nil Afrika. Sangat mearik bila kita berjalan berkeliling dan memperhatikan detail patung-patung dalam fontana ini. Ke-empat patung itu adalah dewa-dewa yang dipercaya berkuasa atas sungai-sungai tersebut. Dewa di sungai Gangga digambarkan sedang membawa dayung sebagai simbol navigasi sungai. Dewa sungai Nil digambarkan mengenakan kain yang tersampir kendur, menyimbolkan bahwa pada masa itu tidak ada yang tahu dimanakah sumber sungai Nil berasal. Dewa sungai Danube digambarkan sedang menyentuh simbol papal ke-Pausan. Sedangkan Plata digambarkan sedang duduk di atas tumpukan koin dan terlihat ketakutan oleh seekor ular. Plata sendiri dalam bahasa Spanyol berarti perak, sehingga ini menyimbolkan kekayaan yang dapat Amerika tawarkan kepada Eropa. Namun di sisi lain, patung ular menyimbolkan ketakutan seorang kaya kalau-kalau hartanya akan dicuri. Ditengah-tengah patung itu terdapat Obelis yang Mesirn kuno.

Piaza Navona memang sangat menarik. Selain berkeliling memperhatikan detail patung, kita juga bisa duduk sejenak dan menikmati suasana sore. Tidak jauh dari Fontana,¬†terdapat jajaran lukisan-lukisan indah yang sengaja dipajang dan dijual¬†oleh para pelukis,¬†on the street.¬†¬†Perut lapar? Jangan khawatir! Terdapat banyak restauran di¬†sekitar piaza ini. Berkelilinglah mensurvei restoran dengan menu yang sesuai selera¬†dan harga yang sesuai kantong anda masing-masing. Serta jangan lupa¬†perhatikan apakah ada fee¬†atau tax tambahan untuk menghindari tourist trap ūüėȬ†

Musik merdu yang disenandungkan oleh para musisi jalanan pun menyempurnakan sore kami menikmati¬†keromantisan Piaza ini. Akhirnya, duduk di bangku dekat fountain sambil makan gelato, menutup perjalanan hari pertama kami¬†menikmati Roma ūüôā

 

Italia 1: Tips Jalan-Jalan ke Italia

Duomo, Milan

Tulisan ini saya buat sebagai panduan untuk saya sendiri yang akan berangkat ke Italia pada akhir pekan ini. Yups, liburan musim panas telah tiba. Saya dan Schat memutuskan Italia sebagai tujuan wisata musim panas kami nan romantis ūüôā

Italia adalah negara yang menarik. Bukan hanya karena bangunan warisan sejarah yang dimilikinya melainkan juga daftar makanan lezat resep nenek moyangnya. Belum lagi ditambah keindahan landscape nya. Hal ini benar-benar membuat kami sangat excited pada summer vacation tahun ini!

Berikut adalah tips yang saya rangkum dari nasehat para pelancong pendahulu yang telah menjelajah Italia.

Don`t Do list:

1. Jangan menerima pemberian biji jagung/roti untuk makanan merpati dari orang asing yang katanya gratis. Walaupun si pemberi secakep/seganteng/ secantik ataupun seramah apapun! Apalagi kalau orang tersebut Italian! Karena setelah kita selesai happy-happy di kelilingi merpati, orang tersebut akan men-charge kita sekitaran 20 Euro! Gila aja! Hal seperti ini biasanya kejadian di main area tempat berkumpulnya para merpati, seperti di Main hall kota Milan.

2. Jangan mau menerima tawaran orang asing untuk memfotokan kita. Walaupun si pemberi secakep/seganteng/ secantik ataupun seramah apapun!Apalagi kalau orang tersebut adalah Italian! Karena lagi-lagi orang itu akan memeras kita untuk beberapa lembar euro! ( lembaran euro terkecil dimulai dari 5 euro). Bila kita menolak membayar, mereka akan mengancam untuk membawa kabur kamera kita!

3. Khusus untuk para wanita, jangan mengenakan celana pendek, rok mini, tank top ataupun baju tanpa lengan ketika ingin mengunjungi Vatikan. Karena anda akan di usir dan dilarang memasuki negara Vatikan!

4. Awas copet!!! Ini penting. Para penjelajah Italia pendahulu berpesan bahwa copet di Italia tak tahu malu. Mereka berani mencopet/merampok di siang terik bolong. Tak tanggung-tanggung, mereka pun berani beradu muka dan bersitegang dengan para korban nya. Naudzubillah hi mindzalik deh!

5. Jangan pesan Capucino ataupun kopi yang di campur susu sesudah dinner. Merupakan suatu kebiasaan di Italia untuk menawarkan kopi kepada tamu sesudah main course dinner. Tapi hindarilah memesan kopi yang dicampur susu macam capicino, machiato maupun coffee late. Karena hal tersebut akan membuat sang juru masak tersinggung karena anda di anggap belum kenyang dengan masakan makan malam nya (makanya anda pesan susu). Tawaran kopi sesudah dinner ini hanya berlaku bagi kopi espresso ala Italia yang porsi sloki kecil namun aman kuat rasanya itu.

6. Jangan berekspektasi dan berimajinasi terlalu tinggi terhadap bangunan-bangunan yang ingin anda kunjungi. Hal ini dikarenakan banyaknya bangunan tua yang bersejarah di Italia yang tidak di rawat dengan baik. Hasilnya, bangunan ini menjadi terbengkalai dan menjadi puing-puing reruntuhan. Ini juga berlaku bagi anda yang ingin mengunjungi Coloseum yang terkenal itu. Banyak pengunjung menjadi kecewa setelah menyaksikan Coloseum secara nyata. Namun tunggu dulu, jangan langsung patah arang ya.. Seperti Schat saya bilang, “I dont care if it just become a ruin temple, Lieverd. The most important thing for me is that to BE THERE it self! On the SPOT which the history of the great of Roman Empire was made.”

Good luck and Have a very nice vacation! ūüėČ

Jerman, Negeri seribu kastil (part 1)

Mungkin judul Jerman negeri seribu kastil adalah rada berlebihan. Tapi kesan inilah yang saya dapatkan ketika mengunjungi negara ini. Jerman adalah salah satu negara eropa yang saya sangat ingin kunjungi. Beruntung, si Ayank bersedia mengantarkan saya menikmati sebagian Jerman. Sebagian? yup sodara-sodara, karena Jerman sangat luas. Pemandangan, culture serta bangunan pun berbeda di masing-masing negara bagian nya. Sebelum kita beranjak, sudah pada tau kan kalau Jerman adalah negara federasi?  Terdiri dari 16 negara bagian. Dipimpin oleh Presiden Federal sebagai kepala negara dan Kanselir sebagai kepala pemerintahan. Mengamati banyaknya jumlah negara bagian di Jerman memang tidak bisa terlepas dari sejarah negara ini. Dan wisata kami ke kastil-kastil di Jerman sungguh memberikan pemahan baru bagi saya. Bahwa game of power di negeri ini sangat kuat sudah sejak dari jaman dulunya.

Sebagai turis yang cuma tiga hari berkunjung di Jerman, saya tidak ingin berlama-lama membahas sejarah negeri ini yang sangat panjang. Walau ternyata perjalanan tersebut membuat saya sedikit berpikir tentang wajah negeri ini di masa lalu, jauh sebelum federasi terbentuk. Kami menyewa apartemen di pinggir sungai Rhine dan menyusuri situs yang di lindungi oleh UNESCO sebagai World Herritage. Iya, Rhine River beserta semua kastil dan bangunan tua yang ada di sekitarnya adalah World Herritage yang dijaga dan tidak boleh dirubah tata-letak nya sedikitpun.

Apartemen yang telah di booking oleh Ayank via internet dari jauh hari, ternyata sangat tidak mengecewakan. Letak nya tepat di samping jalan, lengkap dengan balcony view of the famouse Rhine River. Perfect! ūüôā¬† Namun ada satu hal yang menarik. Dikarenakan lokasi ini dilindungi oleh UNESCO sebagaimana telah diungkapkan di atas maka tidak boleh sembarang mengubah maupun menambahkan sesuatu, termasuk sesuatu yang sangat penting: JEMBATAN! Jadi, untuk menuju ke lokasi ini, mobil kami harus naik feri. Bila kami ingin meninggalkan lokasi ini, bolak-balik kami pun tetap harus naik feri. Jangan dibayangkan kalau ferinya berbentuk kapal yah. Feri ini berbeda, seperti jalanan aspal yang bergerak dari seberang sungai Rhein ke seberang yang lainnya. Gerakannya pun konstan. Sehingga saya yakin pasti ada rel atau kawat di bawah feri ini yang menyangga perjalan benda ini untuk tetap konstan. Satu lagi yang ingin saya komentari, adalah bendera Jerman! Bendera ini nampaknya nongol di setiap tempat. Entah itu rumah penduduk maupun si kapal feri. Padahal sedang tidak ada even khusus ketika kami ke sana. Hal ini cukup menunjukkan seberapa kuatnya nasionalisme dan ke-Jerman-an para masyarakat negeri ini. ūüôā

 

Yang membuat saya sangat takjub adalah banyaknya jumlah kastil di sepanjang aliran Rhine River ini.

Praha 4 (End) – “Kastil Bohemian”

Perjalanan sabtu pagi kami lanjutkan ke situs sejarah pusat negeri Bohemian, Praha kastil. Jika mengunjungi kota kuno Eropa, biasanya saya  menemukan bangunan tempat tinggal penguasa kota, letaknya di pusat kota tua juga. Namun hal seperti ini tidak saya temukan di Praha. Keluarga kerajaan memilih membangun istana (kastil) tidak terlalu dekat dengan pusat kota tua. Bila anda nekat ingin berjalan kaki dari pusat kota tua ke kastil Praha, mungkin anda akan membutuhkan waktu sekitar 45 menit lebih.

Kastil Praha dipercaya sebagai kastil terbesar di Eropa. Ternyata hal ini bukanlah isapan jempol belaka. Diperlukan waktu satu harian penuh jika kita benar-benar ingin menelusuri Kastil secara keseluruhan. Ada berbagai bangunan di dalam kastil yang membutuhkan perhatian tersendiri untuk dikunjungi. Mulai dari halaman depan yang dijaga oleh pasukan militer yang tidak akan bergerak walau kita ganggu. Jika kita datang sebelum pukul 12 siang, kita dapat memilih tempat terdepan untuk menikmati upacara pergantian penjaga tepat pada pukul 12 siang. Sesudah melewati pintu gerbang yang di jaga dua pria gagah ini, kita akan melewati Matthias Gate. Ciri dari Matthias Gate adalah diapit dua bendera kebangsaan Republik Cheko. Gerbang ini dibangun sebagai triumphal arch oleh Emperor Matthias II pada tahun 1614.

Memasuki second yard kita akan menemukan fountain dengan arsitektur Baroque lengkap dengn sumur yang pada masa sekarang sudah tidak digunakan lagi. Second yard ini dikelilingi oleh bangunan dengan berbagai macam gaya yang berasal dari periode berbeda serta memiliki tujuan yang berbeda. sehingga pada abad 18, lokasi ini dianggap sebagai simbol harmoni dan aspek pemersatu bangsa.

¬†Halaman selanjutnya yang akan kita masuki adalah third yard. Lokasi ini merupakan jantung¬† pusat Kastil Praha. Terdiri dari lahan yang sangat luas dan terdapat bangunan-bangunan penting mengelilinginya. Bangunan pertama yang menakjubkan mata kita adalah Katedral St. Vitus yang sangat besar.Pada tahun 925 Katedral ini merupakan pusat spiritualitas seluruh negri. Pembangunan Katedral ini juga memakan waktu berabad-abad. Mulai pada tahun 1344, Charles IV memerintahkan perluasan Katedral dengan arsitektur Ghotic. Dan yang lebih mencengangkan lagi adalah Katedral Ghotic baru benar-benar dapat diselesaikan pada tahun 1929 yang tentunya melewati perbedaan masa dan seniman penggarapnya. Keindahan Katedral ini terletak bukan hanya pada bangunan Ghotic nya yang rumit namun juga interior di dalam nya sangat menarik. Lukisan dinding yang rumit serta lukisan kaca dapat kita temukan di dalam Katedral ini. Infin masuk ke dalam nya? Eits tunggu dulu. Beli tiket dulu ya di turis center di depan court yard. Hal itulah yang lupa kami lakukan. Sebenarnya bukan nya lupa, kami hanya tidak menyangka bahwa kami harus membayar (beli tiket) untuk masuk ke suatu tempat ibadah. Lagi pula kami tidak melihat adanya petugas pmeriksa tiket di depan pintu masuk Katedral. Udah ikut antrian panjang-panjang, eeh… ternyata di mintain tiket pas di dalam. ;D

Selanjutnya kami pun ngacir ke kantor pusat turis untuk membeli tiket paketan yang mengijinkan kami untuk memasuki Royal Palace, Katedral, St George Monastary & Basilica, serta museum armoor di Golden Lane. Dengan berat hati, kami memutuskan untuk melompati Katedral karena kami tidak mau lagi mengantri dari awal yang tentunya akan membuang waktu kami untuk mengeksplore tempat yang lain. Perjalanan pun kami lanjutkan menuju Royal Palace.

Sayangnya, hanya sebagian kecil dari ruangan di Royal Palace yang boleh dikunjungi oleh pengunjung. Lagipula adanya maintenance building cukup mengganggu pemandangan kami menikmati Royal Palace. Namun menurut pendapat pribadi saya, isi bangunan ini tidak semegah yang saya harapkan. Bahkan isi Katedral terasa lebih megah daripada Royal Palace. Walau bagaimana pun juga, menginjakkan kaki di suatu tempat yang pernah menjadi pusat kekuasaan negri Bohemia tentunya menjadi momen spesial tersendiri bagi saya.

Kami pun menuju ke St. George Monastery & Basilica. Dapat kita pahami bahwa pada masa bangunan ini di didirikan, agama menjadi hal yang sangat utama di Eropa. Adanya bangunan ini adalah sebagai pusat pendidikan bagi remaja putri berdarah bangsawan untuk menimba ilmu yang pada waktu itu sangat lekat kaitannya dengan moral dan keagamaan.

 

Setelah puas beristirahat sejenak di kursi jemaat di dalam Basilica, kami pun berjalan menuju area belakang Kastil.  Di area ini dapat kita temukan Golden Lane di mana potret cotage rumah kecil pada masa kerajaan Bohemia masih berdiri hingga saat ini. Beberapa rumah yang kami masuki diantaranya adalah tempat tinggal seorang perempuan paranormal pada jaman pertengahan, serta rumah sederhana penjaga gerbang kerajaan. Di golden lane ini pulalah kami temukan tanggamenuju museum tempat penyimpanan baju perang ksatria Bohemia. Penataan museum sangat menarik dengan hanya memanfaatkan lahan yang sempit. Namun jangan tanya tentang kondisi baju perang karena memang di rawat dalam kondisi yang sangat baik dan menarik untuk dipamerkan.

 

Rute perjalanan ternyata sudah diarahkan ke pintu keluar belakang setelah kami selesai menikmati musium sempit namun menarik itu. Hari itu sudah sore sekitar pukul 7 dan kastil sudah akan diutup. Padahal kita belum sempat menikmati taman istana yang indah. Maka kita pun memutuskan untuk menyusuri taman sembari menuju pintu depan kerajaan. keputusan ini ternyata sangat tidak mengecewakan. Selain dapat menikmati taman sejenak, kita  juga dapat menikmati pemandangan indahnya kota Praha dari dataran tinggi di mana kastil ini di bangun.

Kami kemudian segera menyusuri tangga keluar dan berharap dapat mengejar sunset di Jembatan Romantis buatan Raja¬† Charles IV. Letaknya memang tidak seberapa jauh dari Kastil. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit jalan kaki dari kastil menuju jembatan ini. Ikon terkenal kota Praha ini dibangun oleh raja charles pada abad 14 diatas sungai Vlatva. Tentunya untuk menghubungkan Kastil Praha dengan Old city. Arsitektur gaya ghotic tetap kental menghiasi jembatan ini. Terdapat sekitar 30 buah patung di kanan dan kiri jembatan sebagai simbol penghormatan kepada orang-orang suci dan penting di jaman tersebut. Jangan melewatkan satu patung yang paling menarik di jembatan ini, patung Saint John of Nepomuk. Saint John adalah santa yang paling dicintai di negeri Bohemia. namun raja Wenceslas tidak menghendakinya dan memnjarakan santa john serta menenggelamkan santa ini ke dalam sungai Vlatva dari jembatan Charles. Beberapa puluh tahun kemudian, lokasi dimana santa John ditenggelamkan kemudian dibangun patung perunggu sebagai penghormatan kepadanya. Selanjutnya adalah patung Saint Ludmilla. Ludmilla adalah seorang perempuan suci yang menyebarkan agama kristen di penejuru negeri Bohemia. Dia dituduh berkhianat akan mencuri tahta kerajaan oleh Drahomira. Sebagai hukumannya, Ludmilla kemudian dicekik hingga tewas pada tahun 921. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah patung St. John the Baptis yang dipercaya sebagai putra Zakaria yang membaptis Jesus dan menyebutnya sebagai “Lamb of God”.

Malam terakhir di kota Praha ini kami tutup dengan mengunjungi Old City Praha dan menikmati makan malam lezat di sana dengan resep lokal Republik Cheko. Sedih sekali mendapati fakta bahwa esok pagi kami harus terbang kembali ke Belanda meninggalkan negeri Bohemia yang selalu membekaskan rindu di hati.

Sebagai oleh-oleh, saya cuplikan percakapan menarik antara saya dengan pria Cheko kasir penjaga toko suvenir:

Kasir: Are you come from India?

Me: No! I come from INDONESIA! *cemberut* *jauh2 ke Praha masih jg dikira org India!*

kasir: *ngebungkus suvenir, nyerahin nota, sambil bilang: TERIMA KASIH

Me: Woww! You can speak Bahasa? Wonderful! Praha is a wonderful city! *surprize+shock+ketawa lagi*

Schat: *nggak mau kalah ama si pria Cheko* Sama-sama..

Kasir: Wowwww! you can speak Bahasa too?? *Kaget banget*

Schat: *ngakak-ngakak penuh kemenangan*
Note: sepertinya orang Indonesia adalah favorit para pedagang suvenir di seantero bumi.. Yah kita taulah.. tukang borong suvenir! Hihihi..

(The End)

Related story:

1. Menapaki Jejak Negeri Bohemian

2. Praha City Tour- Part 1

3. Praha City Tour – Part 2

Praha 3 – “Ghost city Tour”

Pada hari jumat malam tepat pukul 10 kami berkumpul di depan kantor agen penyedia jasa ‘Ghost City Tour’. Ada yang unik dalam tour ini karena pemandu wisatanya mengenakan kostum horor. Peserta tur dalam grup kami terdiri sekitar belasan orang, termasuk kami berdua. Pada awalnya saya ketakutan untuk diajak ikutan tur ini. Karena bayangan saya, kami akan di ajak masuk ke tempat-tempat angker tersebut. Namun ternyata, terutama bagi anda penggemar kehororan,¬† tur ini tidak seberapa menyeramkan. Kami para peserta tur diarak keliling kota melalui jalan-jalan sempit nan gelap sambil berjalan kaki dan didongengin cerita-cerita horor terkait tempat yang kami lewati.

Berikut adalah beberapa cerita horor yang disampaikan oleh pemandu horor kami:

1. Hantu algojo pemenggal kepala

Konon pada jaman pertengahan, hiduplah seorang algojo atau tukang jagal pemenggal kepala yang tugasnya mengeksekusi mati para narapidana. Algojo ini selalu menutup kepalanya dengan kain setiap melakukan aksi. Saking menghayati pekerjaan nya, Algojo ini tetap memakai kain merah penutup kepala tersebut kemanapun ia pergi. Ada suatu bar lokal favorit langganan algojo ini yang selalu didatanginya untuk sekedar minum bir ataupun menghabiskan waktu. Hingga saat ini, arwah algojo bertudung kain merah ini dipercaya tetap berkeliaran di jalanan kota Praha dan mengunjungi bar favoritnya yang masih buka hingga sekarang.

2. Hantu kekasih yang dikhianati

Alkisah ada seorang putri pengusaha kaya yang cantik jelita pada abad pertengahan kota Praha. Dikarenakan Praha pada waktu adalah pusat perdagangan Eropa maka berbagai saudagar dari seluruh penjuru Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrika berkunjung ke kota ini untuk saling bertransaksi dagang. Datanglah seorang pemuda pedagang berkuda gagah dari Turky yang juga ingin bertransaksi di kota ini. Secara tak sengaja bertemulah kedua remaja ini. Si cantik, mata biru, rambut pirang jatuh cinta dengan si tampan mata hitam tajam, rambut gelap. Namun pada suatu musim panas, pemuda ini pun harus pulang ke negeri asalnya. Dia pun berjanji pada sang gadis pujaan hatinya untuk kembali lagi ke Praha dan melamarnya.

Namun hari bulan berganti bulan, musim berganti musim. Tiga musim dingin telah terlewati tanpa kabar tanpa tanda-tanda kedatangan sang pria Turky. Gadis ini pun muram durja dan patah hati. Hingga pada suatu musim semi, datanglah seorang pemuda pedagang dari Jerman, gagah bermata biru ingin bertransaksi di kota Praha. Bertemulah kedua remaja ini. Secara sekejap, terhapuslah luka hati sang gadis pada sang pria Turky dan jatuh cinta dengan sang pemuda Jerman. Pasangan yang saling jatuh cinta dan berbahagia ini pun memutuskan untuk melakukan pernikahan.

Pada hari pernikahan, ketika semua telah disiapkan. Sang gadis pun telah mengenakan busana pernikahan nan cantik. Tanpa di duga-duga, datanglah seorang pemuda berkuda dari Turky yang shock melihat kekasihnya akan menikah dengan pria lain. Dengan amarah yang meledak dikejarlah sang pengantin perempuan sembari berkuda. Dan dalam sekali tebas, terpenggalah kepala cantik sang pengantin perempuan tersebut. Gadis cantik itu meninggal di tangan kekasih nya yang cemburu dan membabi buta.

Hingga saat ini penduduk Praha masih mempercayai bahwa sang gadis masih berkeliaran menangis dengan gaun pengantin nya dan menghantui kota tua.

3. Hantu Spanyol

Perjalanan kami berhenti di sebuah rumah. Sang pemandu wisata horor kami bercerita bahwa pada suatu malam, sama seperti malam di mana kami sedang berdiri. Datanglah 2 pemuda pedagang dari Spanyol yang ingin bertransaksi dagang. Namun karena hari telah malam, pemuda ini kehabisan waktu untuk menemukan tempat menginap. Tidak kehabisan akal, pemuda ini mengetok pintu rumah-rumah di Praha untuk meminta ijin menginap barang satu malam. Namun bukan nya sambutan baik yang mereka terima. Rumah-rumah tersebut tidak bersedia memberikan tumpangan karena ketakutan apabila mereka adalah orang jahat yang akan merampok rumah mereka.

Hingga tibalah dua pemuda Spanyol ini di rumah seorang saudagar kaya Praha. Rumah yang sama yang berdiri tepat di depan rombongan tur kami berhenti. Pemuda Spanyol ini menceritakan kesulitan nya dan memperlihatkan sekantung emas kepada saudagar pemilik rumah tersebut sebagai pembayaran menginap semalam di rumahnya. Sang saudagar pun menyetujui dan mempersilakan para pemuda Spanyol tersebut untuk menginap di rumahnya.

Pada tengah malam, Sang saudagar pemilik rumah ini pun gelisah memikirkan si kantong emas. Ia menduga bahwa para pemuda Spanyol tersebut membawa lebih dari sekantong kecil emas. Karena dibutakan oleh kerakusan dan kekikiran nya, saudagar ini pun memutuskan untuk membunuh dua pemuda Spanyol tersebut dan merampas hartanya. Dalam sekali tusuk dengan pedang pada masing-masing pemuda Spanyol, sang saudagar pun berhasil mencapai keinginannya. Untuk menghilangkan jejak, Saudagar pemilik rumah ini mengubur dua mayat pemuda Spanyol di ruangan bawah tanah di rumahnya. Serta menyembunyikan gundukan emas di tempat yang aman. Pembunuhan ini tak pernah tercium oleh otoritas lokal. Berhubung pemuda Spanyol datang dari jauh dan tidak ada yang mengenal maupun merasa kehilangan. Maka pembunuhan ini tertutupi dengan rapi sampai saudagar itu pun meninggal.

Namun, ternyata hantu pemuda Spanyol tersebut tidak tinggal diam. Mereka berkeliaran dan menghantui penduduk setempat. Hingga pada beberapa puluh tahun kemudian, seorang penjual roti membeli rumah tua bekas milik saudagar kikir. Dia pun dihantui terus menerus oleh para hantu Spanyol. Bukan hanya itu, para hantu Spanyol juga menghantui para konsumen nya hingga tunggang langgang. Karena kesal, sang penjual roti pun menantang para hantu tersebut dan bertanya, apa mau mereka, karena sang penjual toko datang dengan damai dengan hanya bertujuan untuk berdagang. Kemudian sang hantu pun meminta kepada sang penjual roti untuk memakamkan jasad para pemuda tersebut di pemakaman yang layak dengan upacara Kristiani, maka setelah itu sang hantu berjanji untuk tidak akan pernah datang lagi dan juga akan membalas kebaikan sang penjual roti pada suatu hari nanti.

Upacara pemakaman pun dilakukan dengan layak lengkap dengan cara Kristian seperti yang diminta para hantu Spanyol. Pasca pemakaman tersebut sang hantu tak lagu menghantui pedagang roti. Toko roti miliknya pun semakin ramai dikunjungi pelanggan. Saking laris nya usahanya, ia pun ingin memperlebar tokonya. Ketika ia menggali untuk mebuat pondasi baru bagi bangunan nya, ia pun menemukan harta karun emas milik hantu Spanyol tersebut. Tuntas sudah hutang budi para hantu Spanyol pada pedagang roti itu.

4. Hantu Sinagog Yahudi

 Adalah sebuah sinagog tua Yahudi yang dibangun berdekatan dengan makam Yahudi. Keduanya sama-sama seram. Di makam yahudi tersebut telah ditanam beribu-ribu mayat Yahudi. Bahkan satu liang makam pernah digunakan untuk minimal 10 kali penguburan mayat. Hal ini dikarenakan tidak tersedianya cukup lahan pemakaman dari otoritas kota untuk para warga Yahudi.

Sedangkan sinagog yahudi dibangun dengan semen yang telah dicampur dengan abu jenazah seorang tokoh Yahudi. Hal ini dikarenakan kepercayaan setempat agar hantu tokoh tersebut melindungi Sinagog. Hingga saat ini, Sinagog tua tersebut masih kokoh berdiri dan masih digunakan untuk bersembahyang oleh para warga Yahudi setempat.

5. Hantu Pastor dan Pelacur

Kami berhenti di sebuah jalan sepi nan gelap. Di sebelah kiri kami berdiri bangunan tua yang sangat besar. Konon bangunan tersebut adalah gerja danrumah sakit milik gereja. Sedangkan di sebelah kanan kami, berdiri rumah tua yang tidak seberapa besarnya dibanding gereja. Sang pemandu wisata horor pun memulai ceritanya.

Pada abad pertengahan hiduplah seorang pastur muda yang sangat taat beribadah di gereja tersebut. Sebagai seorag pastur muda, Ia tinggal sehari-hari di gereja tersebut dan juga memberikan pelayanan bagi umat. Namun ada hal yang sangat mengusik hati pastur muda ini dikarenakan bangunan tepat di depan gereja adalah bar merangkap prostitusi. Awalnya pastur muda ini berusaha untuk bertahan tidak menghiraukan para ‘setan’ tersebut dan tetap berusaha beribadah dengan kyusuk. Namun lama-kelamaan Ia tidak sabar juga.

Didatangilah bar tersebut dengan niatan mengajak para pengunjugnya untuk bertaubat. “Wahai kalian semua, bertaubatlah sebelum terlambat”begitu kira-kira kata pastur muda kepada pengunjung bar. “Jika tidak bertaubat kalian akan dibakar ke dalam api neraka yang sangat panas…” lanjutnya berkobar-kobar.

Semua orang hanya mentertawakan pastur tersebut tanpa sedikitpun menghiraukan omongan nya. Pastur ini pun menjadi lebih kesal karena merasa dijadikan bahan tertawaan. Hingga datanglah seorang perempuan muda cantik yang bekerja sebagai prostitusi menghampirinya. “Hai pastur, tau apa kamu soal neraka? neraka itu saat kita kelaparan tidak bisa makan 3 hari karena nggak punya uang! Itu baru siksa neraka..” ucap perempuan tersebut menanggapi khotbah sang pastur. Sang pastur pun bertambah amarahnya dan mengumpat “Dasar pelacur kamu! tidak tau terimakasih mau diselamatkan dari api neraka!!”.

Berang mendengar hinaan sang pastur, perempuan tersebut pun berdiri sembari membuka pakaian yang menutupi dadanya. “Pelacur kata anda? Iya, saya memang pelacur bapa. Bapa sendiri yang datang ke tempat pelacuran..” ucapnya sambil mendekati sang pastur. Pastur pun panik mengetahui seorang perempuan muda dengan dada telanjang datang menghampirinya. Di rabalah apapun yang ada di sampingnya, hingga ia menemukan sebuah tongkat dengan ujung besi yang lancip. Saking paniknya, pastur ini berusaha membela diri dengan menghujungkan tombak kayu di depan badan nya sambil berteriak “Pergi kau setaaaan!”.

Sang perempuan yang tidak menyadari bahwa sang pastur mengambil tombak pun tersandung dan tertusuk tertancap tombak tersebut hingga menembus punggung nya. Dalam sekejap, keriuhan bar pun terhenti dan semua mata tertuju pada pria tersebut. Seorang pelayan tuhan yang dengan tangan nya sendiri membunuh seorang pekerja prostitusi. Semua orang di bar mulai marah dan melemparkan apa saja kepada pastur tersebut sambil meneriaki “Pembunuh!!!”. Sang pastur yang syok dan merasatelah melakukan dosa besar pun akhirnya sangat frustasi dan bunuh diri di tempat.

Demikianlah cerita tersebut. Hingga saat ini penduduk kota Praha terkadang masih dihantui hantu pastur dan pelacur tersebut bertengkar di jalanan dekat gereja tua itu.

6. Hantu biarawati & kekasih

 Alkisah masih di jaman abad pertengahan. Hiduplah seorang gadis muda yang cantik, putri seorang pejabat kota yang tersohor. Dengan gejolak asmara yang menggebu, gadis ini jatuh cinta dengan kekasihnya, seorang pemuda sederhana dan baik hati dari keluarga biasa saja. Pada masa itu, percintaan berbeda status sosial menjadi hal yang sangat ditentang, sehingga pasangan ini pun memutuskan untuk menyembunyikan kisah cinta mereka.

Namun, sesedikit apapun ikan ditutupi, akhirnya baunya pun akan tercium. Begitulah peribahasa yang tepat dikarenakan keluarga sang gadis pun akhirnya mengetahui skandal cinta mereka. Ayah sang gadis meminta si gadis untuk menjauhi kekasihnya, namun hal itu di tolak oleh si gadis. Saking berang, kesal dan takut malu karena aib, sang ayah pun mengirimkan dengan paksa si gadis untuk tinggal di gereja dan menjadi biarawati.

Di gereja, sehari-hari si gadis pun hanya diisi dengan tangis. Saking bingung nya pihak gereja menghadapi amarah dan ratapan si gadis, gereja pun mengunci gadis ini di sebuah ruangan bawah tanah agar dapat berdoa lebih khusuk.

Si pria sang kekasih pun tak tinggal diam. Dia menemukan suatu jalur rahasia. Bahwa kota Praha pada masa itu (hingga sekarang) mempunyai lorong-lorong bawah tanah sebagai jalan rahasia yang menghubungkan banyak tempat, termasuk adalah jalan masuk menuju ruangan bawah tanah di gereja. Sang pria gigih ini pun melancarkan usahanya dengan menelusuri lorong-lorong bawah tanah kota Praha. ternyata hal ini bukanlah upaya yang mudah. Terkadang ia membentur batu dan menggali sedikit tanah untuk bisa melewati lorong. Hingga akhirnya, tibalah pemuda ini di sebuah batu besar yang dipercaya bahwa dibalik batu tersebut adalah ruangan bawah tanah tempat kekasihnya dikurung untuk berdoa.

Namun, keletihan terlanjur menghinggapi pemuda ini. Ia pun tertidur pulas. Saking pulas dan letihnya, ia pun mendengkur dengan sangat keras. Dengkuran ini pun terdengar oleh para penjaga kamar bawah tanah yang kemudian menaruh kecurigaan dan berusaha menemukan sumber suara tersebut. Dengan sangat cepat, mereka memutuskan untuk membuka batu penutup yang menghubungkan kamar bawah tanah dengan lorong rahasia. Tanpa banyak perlawanan, pihak gereja pun menangkap basah pemuda ini.

Si gadis yang bahagia melihat kekasihnya namun sekaligus juga sedih mendapati kekasihnya di amankan pihak gereja pun memohon kepada para biarawati untuk melepaskan mereka. Namun tindakan tersebut bukan nya menimbulkan simpati oleh gereja, melainkan gereja justru merasa malu atas pencemaran nama baik biarawati yang dilakukan oleh gadis ini. SEorang biarawati dituntut untuk tidak terbawa nafsu dan jatuh cinta, karena seorang biarawati seharusnya adalah pelayan tuhan yang paling setia.

Gereja ini pun akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi mati sang pria karena melakukan pencemaran nama baik terhadap gereja. Gereja juga memutuskan untuk mengurung si gadis muda. Namun gadis ini pun bunuh diri bersamaan dengan hari dieksekusinya kekasih nya oleh gereja.

Hingga saat ini, penduduk kota Praha masih mempercayai bahwa hantu sepasang kekasih ini pun masih saja menghantui ruangan bawah tanah di gereja tua tersebut.

***

Demikian oleh-oleh cerita horor dari kota tua Praha. Sang pemandu wisata horor menutup tur tepat di depan gereja tempat hantu sepasang kekasih tersebut dipercaya tinggal. Para peserta pun dibebaskan untuk bepergian ke mana saja setelah tur tersebut berakhir. Hmmm… tapi kok sepi ya jalan nya.. gelap pula… jauh dari tempat tram dan bus berarti masih harus jalan kaki.. emmmmmmm……

(Bersambung Praha City Tour-Part 3 (End) “Bohemian Kastil” )

*Tulisan sebelumnya: Praha City Tour – Part 1