Belanda 3, Kinderdijk : Desa Kincir Angin

 

Kincir angin alias molens alias windmill tentunya sangat lekat dengan Negeri Belanda ini. Molens hampir  tersebar di seluruh penjuru kota dan desa. Bukan hanya yang tradisional, Molens sekarang pun telah dimodifikasi menjadi lebih moderen dan minimalis. Karuan saja Molens menjadi sangat efektif di negeri ini dikarenakan angin selalu bertiup kencang sepanjang tahun di seluruh penjuru. Angin ini bukan sembarang angin, lebih tepatnya adalah angin beku yang akan menusuk hingga ke sumsum tulang kita jika kita lupa memakai coat. Maka jangan heran bila saking banyaknya Molens hingga penduduk Belanda akan bingung bila ditanya oleh turis di mana tempat untuk melihat windmill. Saya merekomendasikan Kinderdijk sebagai salah satu tempat menarik untuk melihat Molens. Desa ini juga termasuk World Heritage versi UN yang sayang untuk dilewatkan. Laten wij gaan! Kom!!

*HOW TO GET THERE

Kinderdijk lebih mudah ditempuh melalui Rotterdam. Terdapat bermacam transportasi untuk menuju ke sana. Diantaranya adalah menggunakan bus, mobil pribadi maupun kapal. Anda dapat menanyakan mengenai transportasi ini di Information Tourist Centre di Rotterdam, dekat stasiun Central Rotterdam.

Transportasi yang saya rekomendasikan (yang juga direkomendasikan oleh Information Tourist Centre kepada saya) adalah dengan kapal. Terdapat sebuah organisasi yang mengurusi paket wisata ini yang membuka konter loket di sepantaran sungai Nieuwe Mass. Organisasi Rebus, web: www.rebus-info.nl Lokasi konter organisasi ini terletak di pinggir sungai Niews Maas. Kita bisa berjalan kaki menyusuri sungai ini atau memilih naik trem no. 20 atau 25 dari Kruisplein dekat Stasiun central Rotterdam dan turun di halte Willemsplein sebelum jembatan Erasmus.

Selain melayani paket perjalanan pulang pergi ke Kinderdijk seharga 14 Euro, di konter ini kita juga bisa membeli tiket masuk Molens seharga 3 Euro saja. Harga tiket masuk tersebut telah dipotong 50% dari harga aselinya bila kita membeli tiket masuk di Kinderdijk, yaitu 6 Euro. Jadi, dengan total 17 Euro, kita bisa pergi-pulang ke Kinderdijk naik kapal plus masuk ke Molens.

Bootexcursie ini hanya beroperasi di bulan mei hingga oktober, setiap hari. Selain itu hanya dibuka dua sesi keberangkatan. Sesi I jam 10.45 dan sesi II jam 14.15. Total perjalanan Bootexcursie ini adalah 3 jam. Yaitu, satu jam pertama perjalanan keberangkatan, satu jam berikutnya dipersilakan keliling Kinderdijk, lalu satu jam selanjutnya adalah pelayaran pulang ke dermaga awal. Peringatan penting: Jangan terlambat!!

  

Hehehe.. karena hal tersebut hampir saya alami! Hampir ditinggal kapal! Waktu itu saya dan teman memilih sesi keberangkatan II pukul 14.15, agar paginya kami bisa keliling Rotterdam dulu. Tepat pukul 14.00 kami telah tiba di konter organisasi Rebus event. Di sana telah bergerombol rombongan turis yang mengantri tiket. Tak seberapa lama, kapal pun datang dan tepat pukul 14.15 kami pun berlayar.

Di dalam kapal

Pemandangan spesial kota Rotterdam pun dapat kita nikmati dari pelayaran ini mulai dari Erasmusbrug, Willemsburg, dan lain-lain.

Pukul 15.15 kami sampai di Kinderdijk dan diberi waktu satu jam untuk berkeliling. Petugas kapal pun telah mengingatkan bahwa kami harus kembali ke kapal pukul 16.30.

  

Yihaa..saking asyiknya dan saking bagusnya pemandangan, saya berkeliling desa dan memotret banyak sekali. Alhasil, hampir pukul 16.20 saya berusaha jalan kaki cepat menuju ke kapal. Maklum karena saya tidak terbiasa jalan kaki jadi jalannya menyiput alias pelan-pelan. Saya sudah berusaha sekencang mungkin, tapi yah..usaha tinggal usaha.. Teman saya yang kakinya lebih panjang dari saya pun jalan lebih duluan. Sebelumnya saya bilang,

If you arrive earlier then me, please ask them to wait me… I am trying my best!”

Haha.. tepat pukul 16.30 saya sampai di jembatan, kapal pun sudah hampir menarik jangkar!!!!! Dan sepertinya memang hanya saya penumpang terakhir yang mau masuk kapal!!!!

Petugas kapal: “Ow..Ow!! you are late!! 16.30, remember?”

N: “Im sorry… Im really trying my best!!” (sambil ngos-ngos an)

  

Tinggalkan komentar

3 Komentar

  1. Tahun 2009 saya pernah ke Kinderdijk, idanh tempatnya, kincir anginnya yg sdh tua usiannya malah unik :).

    Balas
    • Hai Mba, Salam kenal 🙂 Iya, Kinderdijk bagus sekali. Sayang nya sekarang lagi ada berita kalo kekurangan dana sehingga tidak bisa memaintenance kincir angin nya… Semoga ada solusi sehingga Kinderdijk tetap bisa dikunjungi wisatawan ya..

      Balas
      • Saya suka kincir angin Kinderdijk karena kunonya jadi unik, semoga ada dana untuk pemeliharaannya. Salam kenal juga ;-).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: