River Cruise along the river Thames London to Hampton Court Palace

Iklan

Bahasa Jawa vs Belanda

Apa sajakah kosa kata bahasa Jawa yang mirip dengan bahasa Belanda? Ikuti video kami:

 

 

 

Menginap di Hotel The Crown Clayton London

Bagaimana rasanya menginap di hotel bintang 4 The Crown Clayton London? Ikuti perjalanan kami!

Intro Europe Travel Love Story

Intro terbaru dari Europe Travel Love Story:

Tips Jalan-Jalan ke London, Inggris

Ikuti video jalan-jalan kami Explore makanan di London, Inggris:

Diproteksi: SANTORINI (Part 1)

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Sinopsis Europe Travel-Love Story: Menapaki Belanda, Belgia, Luksemburg dengan Cinta

Europe Travel-Love Story: Menapaki Belanda, Belgia, Luksemburg dengan Cinta

Buku Europe Travel-Love Story: Menapaki Belanda, Belgia, Luksemburg dengan Cinta. (Foto Nimas)

Buku ini berkisah tentang perjalanan Nimas seorang gadis Solo yang merantau ke negeri kincir angin. Disana ia bertemu dengan Remco seorang pria Belanda bermata biru yang jenaka. Nimas dan Remco pun jatuh hati pada pandangan pertama. Pasangan kekasih ini kemudian memulai kegiatan traveling bersama. Dengan riang, Remco mengajak Nimas menjelajahi Belanda, Belgia dan Luksemburg melalui persepsi orang lokal. Remco banyak menceritakan cerita sejarah di balik tempat-tempat yang mereka kunjungi dengan ringan dalam perbincangan sepasang kekasih. Buku ini juga dikemas dengan cerita manis penuh cinta dari sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Menceritakan bagaimana mereka menikmati momen kebersamaan sambil mengunjungi tempat-tempat indah bernuansa romantis khas negeri-negeri Eropa. Cerita perjalanan keliling Eropa pun terasa lebih menarik dan penuh cinta bila dijelajahi bersama kekasih tambatan hati.

Buku ‘Europe Travel-Love Story: Menapaki Belanda, Belgia dan Luksemburg dengan Cinta’

kameraungu

_Cover TravelBagi anda yang ingin jalan-jalan romantis ke Eropa bersama pasangan terkasih, dapatkan segera buku perdana:

Europe Travel-Love Story:

Menapaki Belanda, Belgia dan Luksemburg dengan Cinta

Silahkan pesan di: www.nulisbuku.com

FotorCre Versi Buku

TERSEDIA JUGA VERSI E-BOOK

di: www.travelbugeurope.com

Lihat pos aslinya

Buku ‘Europe Travel-Love Story: Menapaki Belanda, Belgia dan Luksemburg dengan Cinta’

_Cover Travel

Bagi anda yang ingin jalan-jalan romantis ke Eropa bersama pasangan terkasih, dapatkan segera buku perdana:

Europe Travel-Love Story:

Menapaki Belanda, Belgia dan Luksemburg dengan Cinta

Silahkan pesan di: www.nulisbuku.com

FotorCre

Versi Buku

TERSEDIA JUGA VERSI E-BOOK

di: www.travelbugeurope.com

Bagi yang kesulitan memesan buku via nulisbuku.com silahkan tinggalkan komentar di halaman ini. Saya akan bantu untuk meng-order melalui saya. Terimakasih.

Teh dari Seluruh Penjuru Dunia

DSC01593

Desa Kemuning, Jawa Tengah

Saya selalu menyukai teh. Apalagi di daerah dimana saya berasal, teh adalah teman terbaik ketika petang menjelang. Teh yang baik harus diramu mengikuti rumus “Ginthelnas” yaitu “leGI-keNTHEL-paNAS” dalam bahasa jawa yang artinya manis, kental dan panas. Maka saya pun menjadi sangat familiar dengan aroma wangi teh yang dicampur dengan bunga melati. Selain itu, saya juga tumbuh di daerah yang relatif dekat dengan perkebunan teh. Hanya sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil, maka saya tiba di Kemuning. Desa yang masih asri degan udara yang sangat sejuk dan tentunya wangi daun teh dari perkebunan. Pas saya pulang ke kampung halaman saya di Solo, tak lupa saya ajak si Kangmas menikmati tegukan teh kemuning sambil memanjakan mata melihat indahnya kebun teh Indonesia. Sungguh suatu perasaan yang sangat sejuk dan damai menikamati teh di kebunya.

Teh Jawa

Teh Jawa

Ketika saya pindah ke Eropa, saya mendapati aneka macam teh. Dulu dikepala saya yang namanya teh itu ya yang diambil dari puncuk tanaman teh. Ternyata, segala macam herbs yanag dihangatkan dan diambil kuahnya untuk diminum, disini disebut teh juga. Bahkan “wedhang jahe” pun disini dipanggil Gingger tea ;D

Camomile Tea

Camomile Tea

Saya pun mulai mencoba aneka macam teh yang menurut saya unik-unik ini. Teh yang pertama akrab di lidah saya adalah Camomile Tea. Teh ini termasuk salah satu favorit saya. Pada dasarnya ini adalah bunga Camomile yang dikeringkan lalu disedu dengan air panas. Maka jadilah Camomile tea yang wangi dan lezat. Orang eropa juga percaya bahwa Camomile tea bagus untung perut kembung dan susah tidur. Meminum Camomile tea sebelemum tibur konon katanya akan membuat tidur kita enjadi nyenyak.

10885395_10204294667019364_3035356848495738731_n (1)

Camomile Tea

Teh kedua favorit saya adalah Russian earl grey atau biasa disebut juga Lady grey tea. Teh ini terdiri dari teh hitam dicampur bergamot, kulit lemon dan mahkota cornflower warna biru. Bergamot adalah sejenis jeruk nipis yang biasa tumbuh di Eropa. Saya langsung jatuh cinta pada seduan pertama Russian earl grey ❤

10805763_10204294666659355_1236462379241569145_n

Teh Maroko

Teh ketiga yang membuat jatuh cinta adalah mint tea asal Maroko. Bermula dari liburan kami ke Maroko di penghujung tahun 2014 ini, membuat lidah saya jatuh cinta pada teh Maroko dan tak lupa membeli teh ini untuk diangkut pulang ke Belanda. Saya pun juga menanyakan langsung pada Riad caretaker lady untuk mengajari saya gimana caranya membuat teh Maroko yang benar 🙂 10384810_10204240199777717_2788677801556262823_nJadi pada dasarnya teh ini terdiri dari buliran teh hitam khas Maroko dicampur dengan remasan daun mint segar lalu disedu dengan air panas. Tak sampai disitu saja, teh lalu dipanaskan lagi diatas api sampai air benar-benar mendidih lalu masukan gula kubus secukupnya ke dalam poci. Jangan menggunakan sendok untuk mengaduk teh di dalam poci melainkain “tuang ke gelas – masukan lagi ke poci lalu tuang ke gelas lagi” begitu terus menerus sampai gula dirasa sudah tercampur merata dengan teh. Lalu sajikan dengan gaya tuang poci khas Maroko yang harus tinggi dari atas gelas 😉

Selain teh yang saya suka, ada juga beberapa teh yang tidak saya suka. Diantaranya adalah British earl grey dan Rose tea. British earl grey pada dasarnya semacam teh hitam biasa yang rasanya nggak ada apa-apanya dibanding teh khas bumi nusantara kita yang wangi dan manthab! Lalu rose tea adalah teh dari seduhan bunga mawar kering yang bagi saya rasanya seperti minum air bunga kuburan.. hihihihi
Dan petualangan saya pada teh masih akan terus berlanjut 🙂

10393179_10204337651013937_5071195918635176440_n

Daun mint segar & teh Maroko